Campur Aduk Perasaan Bey Machmudin Silaturahmi Pamungkas JPT dan Setda Pemprov Jabar
Campur aduk dirasakan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, di hari terakhirnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Campur aduk dirasakan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, di hari terakhirnya.
Dalam silaturahmi pamungkas, bersama jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan Sekretariat Daerah (Setda), beragam testimoni disampaikan.
Pada momentun ini, Bey menyampaikan terimakasih pada jajaran ASN di lingkungan Pemprov Jabar, karena telah mendukung penuh kinerjanya selama 17 bulan menjadi Pj Gubernur Jawa Barat.
"Terimakasih pada Pak Sekda, Asda, para perangkat daerah, ASN, Non ASN, media terimakasih banyak atas dukungannya kepada kami selama kami bekerja di Jawa Barat," ujar Bey di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 19 Februari 2025.
Soal kesan, dia kembali menghaturkan terimakasih bila selama ini nyatanya disambut baik oleh ASN Pemprov Jawa Barat.
"Kalau mereka antusias, terimakasih banyak," ucapnya.
Pada hari terakhir ini, Bey mengakui perasaannya campur aduk antara senang dan sedih. Senang karena terbebas dari tanggungjawab besar sebagai Pj Gubernur Jabar.
"Karena berat tanggungjawab sebagai gubernur," ucapnya.
Sisi lain sedih, karena harus berpisah dengan orang-orang baik yang selama ini terus membantunya menahkodai Pemprov Jabar.
'Tapi saya sedih karena harus meninggalkan orang-orang baik, termasuk wartawan. Senang karena bebas tugas, tapi sedih harus meninggalkan orang baik dan terbaik di Jabar," kata dia.
Jabar lanjut dia, memiliki banyak potensi. Dia berharap, di bawah tangan dingin Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan dapat membawa Jabar lebih baik.
"Artinya saya melihat Jabar dengan potensi yang besar. Harusnya bisa lebih maju dari sekarang. Saya yakin Pak Dedi Mulyadi, gubernur terpilih dengan kemampuannya, pengalamannya akan membawa Jawa Barat lebih maju lagi," tuturnya.
Pada silaturahmi yang sederhana ini, Bey mengaku memberi kejutan berupa penayangan video dan sambutan. Dimana salah satu disampaikannya, terkait keputusannya yang memilih tanpa pencitraan.
"Itu pilihan saya, saya memilih untuk tidak melakukan pencitraan dan tidak mencari popularitas. Itu pilihan saya. Semua pemimpin punya gaya masing-masing," ujarnya.
Dia berharap, ASN Jabar dapat mendukung penuh pemimpin mereka kelak, apapun gayanya. Terpenting sambung dia, bagaimana membawa Jawa Barat lebih baik.
"Tadi saya minta ke teman-teman Pemprov. Apapun gaya pemimpin kita, kita dukung dan saya yakin sama tujuannya. Pasti membawa masyarakat Jawa Barat menuju lebih baik, sejahtera lagi, semua dipandang positif. Mari bersama-sama membawa Jawa Barat menjadi lebih maju," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

