Sikap Kami: Bey

INI hari terakhir Bey Triadi Machmudin di Gedung Sate. Ini hari terakhirnya juga di Gedung Pakuan. Besok, dia resmi menanggalkan posisinya sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan menggantikannya.

Sikap Kami: Bey
Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin.

INI hari terakhir Bey Triadi Machmudin di Gedung Sate. Ini hari terakhirnya juga di Gedung Pakuan. Besok, dia resmi menanggalkan posisinya sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan menggantikannya.

Bey dilantik Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 5 September 2023 lalu. Dia menjabat sementara, setelah duet Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum menyudahi masa pengabdiannya.

Apakah Bey berhasil memimpin Jawa Barat? Tergantung dari sudut pandang mana menilainya. Tergantung tugas yang dia emban.

Salah satu tugas yang dititipkan Tito saat melantiknya adalah menjaga Pemilu Serentak 2024 dalam keseimbangan. Untuk ini, dia berhasil menjalankannya. Pemilu di Jawa Barat terhitung paling kecil urusan pelanggaran atas netralitas aparatur sipil negara (ASN). Bey menjaganya dengan baik.

Bey, setidaknya, juga berhasil menjaga harmonisasi pemerintahan di Pemprov Jawa Barat. Tentu ada dinamika-dinamika yang terjadi. Namun, secara umum, dia mampu mengelola Gedung Sate dengan caranya sendiri.

Bey memang beda dengan Ridwan Kamil. Dia selalu tampil dengan gaya yang sederhana. Dia mengaku dirinya sedikit introvert.

Tapi, dalam posisi itu pula, dia mampu menjaga kondusivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Beberapa lembaga pemerintahan era Ridwan Kamil ditutupnya. Nyaris tanpa gejolak.

Lalu? Dalam hal penyelenggaraan pembangunan, Bey memang rata-rata. Tak memenuhi syarat untuk diberi nilai istimewa. Bisa jadi karena dia hanya menjalankan program gubernur sebelumnya. Tapi, bisa jadi pula karena kurangnya terobosan-terobosan yang dia lakukan.

Tak terlalu soal sebenarnya. Apalagi, dia bukan orang politik dan tak pula punya kepentingan politik. Baik politik personal maupun politik orang sekelilingnya. Dia, misalnya, tak seperti penjabat gubernur wilayah sebelah, yang mengacak-acak banyak program pendahulunya.

Kini, setelah 17 bulan dia memimpin Gedung Sate, Bey akan meninggalkan Jawa Barat. Dia akan kembali ke Jalan Veteran, tempatnya berkantor pada Kementerian Sekretaris Negara. Kembali ke fungsinya sebagai Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara.

Kemarin, juga beberapa hari dalam minggu ini, dia sudah menyambangi hampir seluruh OPD, bertemu dengan banyak pihak, menyampaikan salam perpisahan. Pada kesempatan ini, kita pun menyampaikan selamat jalan kepada Bey. Terima kasih sudah mencurahkan waktu dan pikiran untuk Jawa Barat selama 17 bulan. (*)


Editor : Zulfirman