AS Serang Kapal Diduga Terlibat Penyelundupan Narkoba di Karibia, Empat Tewas

SOUTHCOM melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di Laut Karibia. Empat orang tewas dalam serangan tersebut.

AS Serang Kapal Diduga Terlibat Penyelundupan Narkoba di Karibia, Empat Tewas
SOUTHCOM melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di Laut Karibia. Empat orang tewas dalam serangan tersebut.

INILAHKORAN.ID – Komando Selatan Amerika Serikat (SOUTHCOM) melancarkan serangan terhadap sebuah kapal cepat yang diduga terlibat dalam aktivitas penyelundupan narkoba di perairan Laut Karibia, Minggu 4 Oktober 2026.

Serangan tersebut menewaskan empat orang yang berada di dalam kapal. SOUTHCOM menyebut keempatnya sebagai "teroris narkoba" atau narco-terrorists.

Dalam pernyataan melalui media sosial X, SOUTHCOM mengatakan serangan dilakukan oleh Satuan Tugas Gabungan Wilayah Barat (Joint Task Force Western Hemisphere) atas arahan komando tersebut.

"Pada 4 Oktober, di bawah arahan SOUTHCOM, Satuan Tugas Gabungan Wilayah Barat melakukan serangan langsung yang mematikan terhadap sebuah kapal cepat yang beroperasi di sepanjang jalur penyelundupan narkoba di Karibia," demikian pernyataan SOUTHCOM.

SOUTHCOM menyatakan operasi tersebut menewaskan empat orang yang disebutnya sebagai "narco-terrorists".

Komando militer AS itu juga mengklaim memiliki informasi intelijen yang telah mengonfirmasi keterlibatan kapal dalam aktivitas penyelundupan narkotika.

Namun, militer AS belum memberikan bukti publik yang menunjukkan bahwa kapal tersebut membawa narkotika saat serangan dilakukan. Associated Press melaporkan bahwa video yang dirilis militer AS memperlihatkan sebuah kapal cepat sebelum kemudian terkena ledakan.

Serangan pada 4 Oktober tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi militer AS terhadap kapal-kapal yang diduga digunakan dalam aktivitas penyelundupan narkoba di kawasan Karibia dan Pasifik Timur.

Menurut laporan terbaru, serangkaian serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 200 orang sejak operasi terhadap kelompok yang disebut pemerintahan Presiden Donald Trump sebagai "narco-terrorists" dimulai pada September 2025.

Operasi tersebut sebelumnya menuai pertanyaan dari sejumlah pakar dan kelompok hak asasi manusia mengenai dasar hukum serangan mematikan terhadap kapal yang baru diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba.***


Editor : JakaPermana