AS Gelontorkan Rp12,5 Triliun untuk Produksi Rudal Hipersonik AGM-183A
Angkatan Udara AS menandatangani kontrak senilai 694 juta dolar AS dengan Lockheed Martin untuk produksi rudal hipersonik AGM-183A berjangkauan 1.609 kilometer.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) menandatangani kontrak senilai 694 juta dolar AS atau sekitar Rp12,5 triliun dengan perusahaan Pertahanan Lockheed Martin untuk memproduksi Rudal Hipersonik udara ke darat AGM-183A Air-Launched Rapid Response Weapon (ARRW).
Mengutip laporan surat kabar Stars and Stripes, kesepakatan tersebut menandai peralihan program AGM-183A dari tahap prototipe dan pengujian menuju produksi serta pengadaan.
Kontrak tersebut ditandatangani pada 29 September 2026. Namun, jumlah pasti rudal yang akan diproduksi maupun jadwal pengirimannya belum diungkapkan.
Rudal AGM-183A dikembangkan untuk diluncurkan dari pesawat pembom strategis. Selama pengujian, senjata tersebut sebagian besar diuji menggunakan pesawat B-52H Stratofortress. Angkatan Udara AS juga berencana menggunakannya pada pembom B-1B Lancer.
Menurut Angkatan Udara AS, AGM-183A memiliki jangkauan peluncuran hingga 1.000 mil atau sekitar 1.609 kilometer.
Program Rudal Hipersonik AGM-183A Dimulai pada 2018
Program pengembangan rudal hipersonik ARRW diluncurkan pada 2018. Saat itu, Lockheed Martin menerima kontrak senilai 480 juta dolar AS untuk mengembangkan sistem persenjataan tersebut.
Situs berita Defense One melaporkan bahwa AGM-183A dirancang sebagai senjata hipersonik dengan konsep boost-glide atau dorongan roket yang dilanjutkan dengan fase luncur.
Dalam konsep tersebut, rudal diluncurkan dari pesawat dan menggunakan pendorong roket untuk mencapai atmosfer atas. Setelah itu, kendaraan luncur hipersoniknya bergerak menuju sasaran sambil melakukan manuver.
Konsep ini memungkinkan senjata bergerak dengan kecepatan sangat tinggi selama fase luncur. Kemampuan bermanuver juga menjadi salah satu karakteristik yang membedakan sistem hipersonik jenis ini dari rudal balistik konvensional.
Produksi Rudal Hipersonik Jadi Tahap Lanjutan Program
Peralihan dari prototipe dan pengujian menuju produksi serta pengadaan menjadi tahap penting dalam pengembangan AGM-183A.
Meski demikian, jumlah unit yang akan diproduksi dan waktu pengiriman masih belum diumumkan secara terbuka berdasarkan informasi yang tersedia.
Kontrak senilai 694 juta dolar AS tersebut menunjukkan besarnya nilai pengadaan yang dialokasikan untuk program rudal hipersonik ini. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada pelaksanaan kontrak dan tahapan program yang ditetapkan Angkatan Udara AS.***
Editor : JakaPermana
