Angin Puting Beliung Terjang Turkiye, Empat Pekerja Bangunan Tewas

Angin puting beliung menerjang Antalya, Turkiye, Senin malam. Empat pekerja bangunan tewas dan satu orang terluka setelah dua kontainer tempat tinggal hancur.

Angin Puting Beliung Terjang Turkiye, Empat Pekerja Bangunan Tewas
Angin puting beliung menerjang Antalya, Turkiye, Senin malam. Empat pekerja bangunan tewas dan satu orang terluka setelah dua kontainer tempat tinggal hancur.

INILAHKORAN.ID – Angin Puting Beliung menerjang Kota Antalya, Turkiye, pada Senin (26/10/2026) malam. Bencana tersebut menyebabkan empat pekerja bangunan tewas dan satu orang lainnya terluka.

Otoritas setempat menyebutkan, angin puting beliung menghancurkan dua kontainer yang digunakan sebagai tempat tinggal para pekerja bangunan di Distrik Kepez.

"Pada Senin malam, angin puting beliung menghancurkan dua kontainer yang dijadikan tempat tinggal para pekerja bangunan di Distrik Kepez. Berdasarkan data awal, empat pekerja tewas dan satu lainnya terluka," kata pihak berwenang dalam pernyataannya.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah kondisi Cuaca Ekstrem yang melanda wilayah Antalya. Sebelumnya, otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan banjir dan badai pada Senin, menyusul potensi cuaca buruk di kawasan tersebut.

Peringatan itu dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak cuaca ekstrem yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Hujan Lebat di Turkiye Diprakirakan Berlanjut

Di tengah kejadian tersebut, Badan Meteorologi Turkiye memprakirakan hujan lebat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Hujan lebat diperkirakan berhenti pada Jumat, sebelum kembali turun pada Sabtu.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Antalya tetap diperlukan, terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan rawan bencana.

Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk memperhatikan peringatan cuaca dan mengikuti arahan keselamatan guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari kondisi cuaca buruk.***


Editor : JakaPermana