5 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung Medan Tuntungan
BNPB pastikan penanganan puting beliung di Medan Tuntungan berjalan cepat berkat status transisi darurat yang aktif hingga Juni. Simak rinciannya!
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan dampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara, berjalan dengan cepat dan taktis.
Kelancaran ini didukung penuh oleh status transisi darurat menuju pemulihan yang saat ini masih berlaku aktif di wilayah tersebut.
"Proses penanganan insiden ini berada dalam periode transisi darurat ke pemulihan bencana di Kota Medan. Penanganan ini berlandaskan pada Keputusan Wali Kota Medan Nomor 188.44/27.K yang disahkan untuk berjalan sampai 26 Juni 2026," jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pihak BNPB menegaskan bahwa payung hukum ini krusial dalam memperlancar pergerakan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Medan.
Dengan adanya ketetapan tersebut, alokasi personel di lapangan serta distribusi logistik bantuan dapat disalurkan secara maksimal tanpa hambatan birokrasi.
Cuaca Buruk dan Mati Lampu Jadi Tantangan Petugas di Lapangan
Meski koordinasi antarinstansi dan sektor terkait berjalan lancar, proses asesmen lanjutan di lokasi bencana bukan tanpa kendala. Abdul Muhari mengungkapkan adanya hambatan teknis yang dihadapi petugas di lapangan, mulai dari faktor cuaca hingga infrastruktur.
Kondisi cuaca lokal yang masih sering diguyur hujan deras serta terjadinya pemadaman aliran listrik menjadi tantangan utama. Situasi gelap akibat matinya aliran listrik ini menuntut ketelitian ekstra dari petugas gabungan—yang terdiri dari personel BPBD, para relawan, dan warga sekitar—dalam mendata fluktuasi tingkat kerusakan fisik bangunan di area pemukiman warga.
Data Kerusakan dan Korban Terdampak
Berdasarkan laporan data sementara yang dihimpun oleh Pusdalops BNPB, terjangan angin kencang yang terjadi pada Kamis (28/5) lalu telah mengakibatkan kerugian materiel:
- Kerusakan Bangunan: Sedikitnya 5 unit rumah warga mengalami kerusakan fisik.
- Warga Terdampak: Bencana ini berdampak langsung pada pemenuhan tempat tinggal bagi 19 jiwa yang tergabung dalam 5 Kepala Keluarga (KK).
BNPB memastikan bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa alam ini. Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi risiko ke depan, otoritas setempat diimbau untuk terus memantau dinamika cuaca ekstrem susulan secara berkala melalui informasi resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Editor : Firda Rachmawati

