Banjir dan Longsor Terjang Aceh Utara, 1.219 Rumah Warga Dilaporkan Hilang

Berikut data terbaru dari jumlah rumah rusak dan hilang di Aceh Utara.

Banjir dan Longsor Terjang Aceh Utara, 1.219 Rumah Warga Dilaporkan Hilang
data terbaru kondisi di aceh

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara merilis data sementara terkait dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Hingga kini, tercatat sebanyak 1.219 unit rumah warga dinyatakan hilang akibat tersapu banjir bandang dan material longsor.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyampaikan bahwa satu dusun di Dusun Lhok Pungki, Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, hilang sepenuhnya setelah diterjang banjir bandang.

Ia menjelaskan, bencana besar ini menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Selain Dusun Lhok Pungki, kerusakan parah juga terjadi di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seuneddon, serta Gampong Geudumbak yang terdampak cukup berat.

Berdasarkan data sementara, bencana tersebut mengakibatkan 117.291 rumah terendam banjir, dengan rincian 1.219 rumah hilang, 16.793 unit rusak berat, 6.134 rusak sedang, dan 15.126 rumah mengalami kerusakan ringan.

Tak hanya kerugian material, dampak kemanusiaan juga sangat besar. Hingga Selasa (16/12), dilaporkan 166 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Sekitar 90 persen wilayah Aceh Utara, mencakup 27 kecamatan dan 852 desa, terendam banjir dan lumpur.

Muntasir menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan pengungsi, percepatan distribusi logistik ke lokasi pengungsian, pencarian korban meninggal maupun hilang, serta pemulihan layanan kesehatan dan akses transportasi darat yang tertutup lumpur dan material banjir.

“Upaya ini penting agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tidak terjadi korban tambahan akibat kelaparan atau memburuknya kondisi kesehatan para pengungsi,” ujarnya.

Di lapangan, sejumlah kendala masih dihadapi. Pasokan listrik dan jaringan komunikasi belum sepenuhnya pulih, sehingga berdampak pada pendataan korban, distribusi logistik, ketersediaan air bersih, serta penyaluran gas elpiji. Selain itu, stok obat-obatan dan alat berat untuk membuka akses jalan, terutama di wilayah desa yang terisolasi, masih terbatas.

Muntasir menambahkan, Ismail A Jalil telah melaporkan langsung kondisi tersebut dan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat.

Data Posko Banjir Aceh Utara mencatat, bencana ini berdampak pada 124.544 kepala keluarga atau 428.271 jiwa, sementara 18.858 KK atau 71.637 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi aman.


Editor : Firda Rachmawati