INILAHKORAN, Bandung - Angin Puting Beliung melanda kawasan RW 1 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (30/11/2025). Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah atap rumah warga rusak dan material bangunan berterbangan.
Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan
Sekeloa, Egy (36), menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Menurutnya, kondisi awal sempat cerah sebelum awan gelap tiba-tiba menggantung di langit kawasan tersebut.
“Tiba-tiba muncul awan hitam dan angin mulai berembus kencang dari arah utara. Awalnya kecil, tapi makin lama makin besar,” ujar Egy saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan, putaran angin terlihat jelas menyerupai pusaran
Puting Beliung. Sejumlah benda ringan seperti plastik lebih dulu berhamburan sebelum bagian atap rumah warga ikut terangkat terbawa angin.
“Sempat terlihat anginnya kecil dulu di utara, terus pas sampai daerah
Sekeloa RW 2 dan RW 3 makin besar, dan di RW 1 ini dampaknya paling terasa,” ucapnya.
Fenomena angin kencang itu berlangsung sekitar 20 menit sebelum hujan deras turun mengguyur wilayah setempat. Luapan aliran sungai di sekitar permukiman turut menambah kepanikan warga.
“Air sempat meluap juga tadi, tapi berangsur surut setelah hujan reda,” katanya.
Berdasarkan informasi awal dari warga, sedikitnya empat rumah mengalami kerusakan cukup berat, terutama pada bagian atap. Material seperti asbes dan seng yang sudah berusia lama tidak mampu menahan terjangan angin.
“Banyak genteng dan seng berterbangan. Ada yang sampai 80 persen atapnya terangkat. Kebanyakan karena bangunan juga sudah tua,” ujarnya.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat genting, kayu, hingga sampah berserakan di jalan gang. Sejumlah batang pohon berukuran sedang pun patah diterjang angin.
Setelah kondisi cuaca kembali membaik, warga secara bergotong royong mulai membersihkan lingkungan dan memindahkan material bangunan yang berserakan. Egy memastikan peristiwa tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kelurahan maupun BPBD Kota
Bandung.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada korban jiwa maupun luka. Hanya bangunan yang terdampak,” kata Egy.***