Bencana Pergerakan Tanah Ancam Warga Kampung Cilame KBB, 35 Rumah Rusak, 165 Jiwa Diliputi Kekhawatiran

Bencana pergerakan tanah kembali melanda Kampung Cilame, Dusun Ci Keueus, Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadikan 35 rumah rusak dan 54 kepala keluarga (165 jiwa) berada dalam kondisi rawan.

Bencana Pergerakan Tanah Ancam Warga Kampung Cilame KBB, 35 Rumah Rusak, 165 Jiwa Diliputi Kekhawatiran
Bencana pergerakan tanah kembali melanda Kampung Cilame, Dusun Ci Keueus, Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadikan 35 rumah rusak dan 54 kepala keluarga (165 jiwa) berada dalam kondisi rawan.

INILAHKORAN.ID – Bencana pergerakan tanah kembali melanda kampung Cilame, Dusun Ci Keueus, Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadikan 35 rumah rusak dan 54 kepala keluarga (165 jiwa) berada dalam kondisi rawan.

Puncak pergerakan tanah tersebut terjadi pada tanggal 7 Desember 2025 di sejumlah titik, mulai RT 01, 02, dan 03 RW 05 dengan tingkat kerusakan yang beragam, mulai dari dinding rumah yang retak, lantai yang bergelombang, hingga pondasi bangunan yang mulai bergeser.

Beberapa rumah bahkan sudah tidak layak dihuni, memaksa sebagian warga meninggalkan tempat tinggal.

“Pergerakan tanah ini sudah terasa beberapa hari lalu, tapi pada tanggal 7 makin parah. Banyak rumah yang mulai retak dan bergeser – kami terus mendata dan mengingatkan warga waspada,” kata Ketua RT setempat, Rahmat dalam laporan yang diterima pada Kamis 11 Desember 2025.

Selain kerusakan fisik, warga juga dihantui kekhawatiran akan longsor susulan. Pasalnya, beberapa pekarangan warga telah menunjukkan celah tanah memanjang yang berpotensi meluas.

Menurutnya, pemerintah desa dan aparat kecamatan telah melakukan peninjauan lapangan, dan proses pendataan kerugian masih berlangsung.

"Untuk menangani bencana ini, pemerintah desa telah mengirim surat resmi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat meminta peninjauan dan penanganan segera," tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya pun telah mengeluarkan imbauan resmi kepada warga di zona rawan, yakni agar segera mengungsi apabila turun hujan dengan intensitas tinggi untuk mencegah korban jiwa jika terjadi longsor susulan.

"Untuk saat ini, warga terdampak memilih mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga yang berada di lokasi lebih aman," ujarnya.

Meskipun belum ada laporan korban jiwa, wilayah tersebut masih dianggap rawan, dan pemerintah desa terus memantau perkembangan retakan tanah di sejumlah titik kritis.

“Seluruh warga diimbau tetap waspada dan segera melaporkan setiap perubahan kondisi tanah di sekitar tempat tinggal,” pungkasnya. ***


Editor : JakaPermana