80 Sekolah Terima Anugerah Adiwiyata dari Pemkab Cirebon.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon kembali mendorong gerakan peduli lingkungan melalui penganugerahan penghargaan Adiwiyata kepada sejumlah sekolah di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon kembali mendorong gerakan peduli lingkungan melalui penganugerahan penghargaan Adiwiyata kepada sejumlah Sekolah di wilayahnya.
Ada 80 Sekolah mulai SD sampai SMP yang mendapatkan penghargaan tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PGRI Kabupaten Cirebon dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Cirebon.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyebutkan, penghargaan Adiwiyata bukan sekadar simbol, tetapi menjadi upaya strategis untuk menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini.
"Pemberian anugerah ini supaya nanti bisa ditularkan ke semua Sekolah karena ini menjadi landasan dasar khususnya bagi Kabupaten Cirebon untuk melestarikan lingkungan,” ujar Agus, Kamis 11 Desember 2025.
Agus menyebut, pelestarian lingkungan bukan tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi. Mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia pendidikan, masyarakat, hingga para pelajar.
Ia menekankan pentingnya kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon. Agus bahkan menyoroti contoh nyata kerusakan lingkungan di wilayah perbukitan Walet yang sempat ia kunjungi.
“Bukitnya sudah gundul, pohon-pohonnya ditebang oleh para oknum. Harapannya kalau ini dimulai dari pelajar, ke depan tidak terjadi lagi pembalakan liar supaya minimal bisa menahan air yang nantinya dialirkan ke laut,” paparnya.
Agus juga menyinggung masih sedikitnya Sekolah yang masuk kategori Adiwiyata dibanding jumlah Sekolah di Kabupaten Cirebon. Dengan total lebih dari 800 Sekolah dasar negeri dan swasta hingga ratusan jenjang SMP dan SMA, Pemkab berencana terus menambah jumlah Sekolah penerima Adiwiyata.
“Sekarang baru 80-an. Tahun depan dinaikkan lagi dari 80 menjadi 100 dan nanti dinaikkan lagi supaya semuanya kurikulumnya bisa diterapkan,” tukasnya.***
Editor : JakaPermana

