Puting Beliung Padalarang Rusak Masjid Al-Faizin dan Sejumlah Rumah, Warga Terluka

Angin puting beliung di Padalarang merusak Masjid Al-Faizin dan sejumlah rumah. Warga terluka, tiga rumah masih padam listrik, dan perbaikan ditunggu.

Puting Beliung Padalarang Rusak Masjid Al-Faizin dan Sejumlah Rumah, Warga Terluka
Atap bangunan masjid yang porak-poranda usai diterjang angin puting beliung di Padalarang.

INILAHKORAN.ID – Dampak angin puting beliung yang melanda Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/10/2026) siang, ternyata lebih luas dan parah dari laporan awal. Selain merusak kawasan Pondok Padalarang Indah (PPI), angin kencang juga menghantam Masjid Al-Faizin dan permukiman warga di sekitarnya hingga kawasan Jalan Sodong dari arah Kota Baru.

Ketua DKM Masjid Al-Faizin, Mohammad Mauludin, mengatakan kerusakan di lingkungan masjid cukup signifikan. Bagian depan bangunan seluas sekitar 271 meter persegi hancur, termasuk ruang tempat wudu dan ruang kegiatan belajar mengaji anak-anak.

"Kejadian yang berlangsung sebelum pukul 15.30 WIB, tapi alhamdulillah anak-anak belum berkumpul untuk kegiatan mengaji," kata Mauludin, Selasa (27/10/2026).

Ia mengatakan, jika angin puting beliung terjadi setelah anak-anak berkumpul untuk mengaji, risiko jatuhnya korban jiwa bisa lebih besar.

Sebab, sebagian atap bangunan depan masjid hancur total. Struktur di area tempat wudu dan ruang mengaji juga mengalami kerusakan. Sementara itu, ruang utama masjid mengalami kebocoran pada bagian plafon, tetapi masih dapat digunakan sementara setelah ditutup terpal.

"Karpet dan lemari penyimpanan fasilitas pemakaman ikut basah terkena air hujan," sebutnya.

Mauludin mengatakan, pihaknya masih mengevaluasi keamanan bangunan dan mempertimbangkan penangguhan sementara kegiatan keagamaan. Langkah tersebut diperlukan karena masih ada potensi angin susulan serta genteng yang berisiko jatuh.

Sejumlah Rumah Rusak, Warga Mengalami Luka-luka

Dampak puting beliung juga menyebar ke sejumlah titik di Desa Padalarang. Kanopi depan Masjid Ar-Riyard 2 di bawah RW 27 ambruk, pohon peneduh tumbang di dekat kantor air, dan tiga rumah di belakang Masjid Al-Faizin mengalami kerusakan berat.

Kerusakan pada tiga rumah tersebut turut menyebabkan kabel listrik putus sehingga aliran listrik padam. Sementara di RT 06 RW 28, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan berupa pagar roboh dan plafon runtuh.

Tak hanya itu, sebuah rumah bertingkat tiga yang memiliki atap kaca juga mengalami kerusakan parah setelah bagian kaca atapnya terlempar akibat terpaan angin.

Sejumlah warga turut menjadi korban. Seorang penjual bakso yang sedang berteduh di masjid mengalami luka berdarah di kepala setelah tertimpa genteng. Penghuni rumah yang kanopinya terlempar juga mengalami luka robek di kepala dan harus dirujuk ke rumah sakit.

"Secara keseluruhan, beberapa warga lainnya turut menderita luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang beterbangan," ujarnya.

Warga Menunggu Perbaikan dan Bantuan

Hingga Selasa (27/10/2026), tiga rumah masih belum mendapat aliran listrik akibat kabel yang putus. Warga masih menunggu penanganan dari petugas PLN.

Sementara itu, warga yang rumahnya rusak masih bertahan di tempat tinggal masing-masing dengan menggunakan terpal sebagai atap sementara. Mereka berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan untuk memperbaiki kerusakan akibat bencana tersebut.

Mauludin mengakui angin kencang kerap terjadi saat musim hujan. Namun, dampak seluas dan separah kali ini baru pertama kali dialami warga Padalarang.

"Kami berharap fasilitas masjid segera diperbaiki agar kegiatan ibadah dan pendidikan anak-anak dapat kembali normal," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti