Bandara Husein Siap Kembali Beroperasi Mendekati Kapasitas Sebelum Pandemi
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Bandara Husein Sastranegara berpeluang kembali mendekati kapasitas pra-pandemi, dengan optimalisasi penerbangan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Bandara Husein Sastranegara berpeluang kembali beroperasi mendekati kapasitas sebelum pandemi Covid-19. Optimalisasi layanan penerbangan masih menunggu penyelesaian perizinan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan.
Farhan mengatakan, perkembangan aktivitas penerbangan di Bandara Husein masih berjalan sesuai harapan. Meski belum menunjukkan pertumbuhan signifikan, jumlah penumpang saat ini telah mencapai angka maksimum sekitar 1.800 orang per hari.
"Perkembangannya masih sesuai jalur atau on the track. Saya belum bisa mengatakan pertumbuhannya sudah sangat tinggi, tetapi arahnya sudah sesuai harapan," kata Farhan, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, peningkatan kapasitas penerbangan bergantung pada kebijakan perizinan dari pemerintah pusat, termasuk pembukaan izin bagi maskapai yang akan melayani penerbangan internasional. Jika izin tersebut telah diberikan, kapasitas Bandara Husein dapat segera dioptimalkan.
Farhan menyebut permintaan dan kesiapan penyedia layanan penerbangan telah mendukung pengembangan aktivitas bandara. Kesiapan AirNav serta infrastruktur pendukung juga menjadi modal untuk mengembalikan operasional bandara mendekati kapasitas sebelum pandemi Covid-19.
"Saat ini, permintaan sudah siap dan pasokan layanan penerbangan juga siap. Tinggal persoalan perizinan. AirNav dan infrastrukturnya juga sudah siap, agar bandara bisa kembali beroperasi mendekati kapasitas sebelum pandemi Covid-19," ucapnya.
Fasilitas Penerbangan Internasional Sudah Tersedia
Selain izin bagi maskapai, rencana pengembangan penerbangan internasional membutuhkan penyelesaian perizinan penggunaan bandara. Farhan mengatakan, sejumlah fasilitas pendukung penerbangan internasional telah tersedia, termasuk bea cukai, imigrasi, dan ruang tunggu penumpang.
"Seharusnya sudah bisa dipersiapkan, karena fasilitasnya sudah tersedia pada Oktober ini. Bea cukai sudah ada, imigrasi sudah ada, ruang tunggu atau lounge juga sudah tersedia. Semuanya sudah ada, tinggal penyempurnaan terakhir," ujar Farhan.
Meski fasilitas pendukung telah tersedia, pengoperasian penerbangan internasional masih menunggu penyelesaian tahapan administratif. Menurut Farhan, proses tersebut mencakup penandatanganan dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan.
Ia menjelaskan, perizinan yang diperlukan tidak hanya berkaitan dengan maskapai, tetapi juga penggunaan lahan bandara untuk penerbangan internasional. Karena itu, seluruh persyaratan harus diselesaikan sebelum layanan tersebut dapat direalisasikan.
"Semuanya. Termasuk penggunaan lahan bagi penerbangan internasional maupun izin bagi maskapainya. Jadi kami masih menunggu penyelesaian perizinan dari pemerintah pusat," pungkasnya.
Pemkot Bandung berharap penyelesaian perizinan tersebut dapat membuka peluang optimalisasi layanan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, termasuk untuk mendukung konektivitas udara Kota Bandung.
Editor : Ahmad Sayuti
