Harga Tiket Tinggi, Pemkot Bandung Bidik Calon Mahasiswa Ramaikan Bandara Husein

Pemkot Bandung menyiapkan strategi meningkatkan penumpang Bandara Husein Sastranegara dengan membidik calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Harga Tiket Tinggi, Pemkot Bandung Bidik Calon Mahasiswa Ramaikan Bandara Husein
Bandara Husein Sastranegara yang ditargetkan menjadi akses penerbangan bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah menuju Kota Bandung.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan strategi untuk meningkatkan jumlah penumpang Bandara Husein Sastranegara di tengah tingginya harga tiket pesawat dan masih terbatasnya frekuensi penerbangan.

Salah satu strategi yang disiapkan yakni mendorong promosi perguruan tinggi di Kota Bandung ke berbagai daerah yang memiliki konektivitas penerbangan dengan Bandara Husein Sastranegara.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, strategi tersebut akan diarahkan untuk menarik calon mahasiswa dari berbagai daerah agar memilih Kota Bandung sebagai tujuan pendidikan.

“Semester pertama tahun 2027, kami akan mendorong promosi perguruan tinggi Bandung di luar Kota Bandung yang memiliki destinasi penerbangan dengan Husein,” kata Farhan, Kamis (27/8/2026).

Menurut Farhan, promosi perguruan tinggi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan permintaan penerbangan dari dan menuju Kota Bandung.

Calon mahasiswa dari luar daerah yang hendak berkuliah di Kota Bandung dinilai dapat menjadi pasar potensial bagi penerbangan melalui Bandara Husein Sastranegara.

“Dari kota-kota itu, akan didorong agar para calon mahasiswa putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia lebih mudah aksesnya untuk bisa berkuliah di Kota Bandung di mana terdapat perguruan tinggi-perguruan tinggi terbaik,” ucapnya.

Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan

Farhan mengakui, harga tiket pesawat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam upaya meningkatkan jumlah penumpang Bandara Husein Sastranegara.

Pemkot Bandung kini masih menghitung elastisitas harga tiket terhadap tingkat permintaan penerbangan dari dan menuju Kota Bandung.

“Strategi utama, sebetulnya adalah dengan kenaikan harga tiket yang sekarang kami masih menghitung elastisitas harga istilahnya elastisitas harga tiket pesawat pengaruhnya terhadap permintaan penerbangan ke dan dari Kota Bandung,” ujar Farhan.

Meski menghadapi persoalan harga tiket, tingkat keterisian penerbangan yang tersedia saat ini disebut masih cukup tinggi.

Berdasarkan data yang diterima Pemkot Bandung dari Garuda Group, tingkat keterisian atau load factor penerbangan masih berada di atas 90 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerbangan dari Bandara Husein masih memiliki pasar.

“Sampai sejauh ini berdasarkan data yang kami terima dari Garuda Group, penerbangan masih sangat tinggi, load factornya masih di atas 90 persen,” jelasnya.

Tingginya tingkat keterisian tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Bandung mendorong maskapai menambah frekuensi penerbangan.

“Karena jumlah penerbangannya masih sedikit, kita akan mencoba nanti. Tentu saja pihak dari maskapai penerbangan akan mencoba nanti untuk menambah jumlah penerbangan,” ujar dia.

Data terbaru mengenai kondisi Bandara Husein juga menunjukkan bahwa penerbangan Garuda Indonesia rute Bandung-Denpasar yang kembali beroperasi pada Agustus mendapat respons tinggi. Penerbangan perdana bahkan dilaporkan terisi penuh.

Penumpang Baru Sekitar 1.000 Orang Sehari

Farhan menyebut jumlah penumpang harian Bandara Husein Sastranegara saat ini masih berada di kisaran 1.000 orang.

Angka tersebut masih jauh dari target awal yang ditetapkan Pemkot Bandung, yakni sekitar 3.000 penumpang per hari.

“Sejauh ini karena memang jumlah penerbangan masih belum banyak semuanya baik-baik saja. Everybody happy, kurang lebih ini sehari paling baru seribu penumpang dari target awal kita 3 ribu penumpang,” ungkapnya.

Target 3.000 penumpang per hari sebelumnya juga disebut menjadi kapasitas operasional yang perlu dipersiapkan seiring kembali aktifnya penerbangan komersial di Bandara Husein.

Jika target tersebut tercapai, beban operasional bandara tentu akan meningkat. Karena itu, Pemkot Bandung mulai menyiapkan berbagai strategi agar pertumbuhan penumpang berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kalau 3 ribu penumpang itu kita mulai merasakan bebannya bertambah, sedangkan target besarnya nanti kan kita pengen mendapatkan kembali 2,7 juta,” tutur Farhan.

Promosi Kampus Jadi Strategi Dongkrak Penumpang

Sektor pendidikan dipandang memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan jumlah penumpang Bandara Husein Sastranegara.

Kota Bandung dikenal sebagai salah satu tujuan pendidikan di Indonesia karena memiliki sejumlah perguruan tinggi yang menjadi incaran calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Farhan ingin potensi tersebut dikaitkan dengan kembali tersedianya konektivitas udara dari Bandung ke sejumlah kota.

Sebelumnya, Farhan juga menyebut promosi perguruan tinggi di Bandung sebagai salah satu strategi untuk menarik calon mahasiswa dari luar daerah melalui Bandara Husein.

Rencana promosi tersebut akan menyasar kota-kota yang memiliki rute penerbangan menuju Bandara Husein Sastranegara.

Dengan demikian, Pemkot Bandung tidak hanya menjual sektor pendidikan, tetapi juga menawarkan kemudahan akses menuju Kota Bandung.

“Kalau demikian, maka kita mempromosikan kemudahan akses melalui penerbangan karena bagaimanapun juga untuk pendidikan kita akan investasi besar,” tandasnya.

Bandara Husein Terus Didorong Kembali Ramai

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menjadi salah satu momentum penting bagi Kota Bandung untuk memperkuat kembali konektivitas udara.

Sejumlah rute penerbangan mulai kembali dibuka sejak Agustus 2026. Di antaranya penerbangan menuju Bandar Lampung dan Palembang yang dilayani menggunakan pesawat ATR 72.

Garuda Indonesia juga kembali melayani rute Bandung-Denpasar menggunakan pesawat jet. Penerbangan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan aktivitas penerbangan komersial di Bandara Husein.

Selain pendidikan, Pemkot Bandung juga menyiapkan strategi branding kota di kawasan Bandara Husein, termasuk memperkenalkan seni tradisional dan produk kuliner khas Bandung kepada penumpang.

Dengan kombinasi penambahan rute, peningkatan frekuensi penerbangan, promosi pendidikan, serta penguatan sektor wisata dan ekonomi kreatif, Pemkot Bandung berharap jumlah penumpang Bandara Husein Sastranegara terus meningkat.

Target akhirnya bukan hanya mencapai 3.000 penumpang per hari, tetapi mengembalikan Bandara Husein sebagai salah satu pintu utama konektivitas udara Kota Bandung.***


Editor : JakaPermana