Parkir Jadi Perhatian Utama Jelang Bandara Husein Sastranegara Kembali Aktif

Dishub Kota Bandung tengah memetakan alur parkr kendaraan jelang Bandara Husein aktif kembali

Parkir Jadi Perhatian Utama Jelang Bandara Husein Sastranegara Kembali Aktif
Dishub Kota Bandung akan merekayasa lokasi parkir menjelang Bandara Husein Sastranega ramai kembali dengan aktivitas penerbangan. Foto ilustrasi lokasi parkir, Yogo Triastopo/Inilahkoran

INILAHKORAN.ID - Persoalan parkir menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjelang peningkatan aktivitas Bandara Husein Sastranegara. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, akan melakukan uji coba sirkulasi kendaraan mencegah kepadatan.

"Makanya kita uji coba parkir. Parkir existing sekarang nanti masuknya ke mana, keluarnya ke mana. Kalau di atas kertas mudah, tetapi harus dicek lapangan," kata Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, pengecekan langsung diperlukan mengetahui titik rawan penumpukan kendaraan. Melalui uji coba tersebut, pihaknya dapat melihat apakah terdapat penyempitan jalur atau hambatan lain yang berpotensi mengganggu arus kendaraan.

"Dari situ akan kelihatan nanti stucknya, bottlenecknya, penyempitannya di mana atau ada terjadi gangguan itu di mana," ucapnya.

Dia menyebut, kondisi parkir saat ini masih relatif aman karena jumlah penerbangan belum terlalu banyak. Namun, antisipasi tetap dilakukan karena aktivitas penerbangan diperkirakan meningkat.

"Kalau menurut saya dengan kondisi sekarang belum banyak, mungkin enggak terlalu masalah. Tapi nanti kalau penerbangan sudah lumayan banyak, harus kita antisipasi," ujar dia.

Pihaknya menyampaikan, informasi sementara menyebutkan terdapat rencana peningkatan penerbangan dari sejumlah maskapai. Bahkan, ada pengajuan hingga sekitar 8 penerbangan di Bandara Husein Sastranegara.

Selain parkir, Dishub Kota Bandung juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar bandara. Salah satu opsi yang diuji, adalah membuka jalur dari arah Pajajaran menjadi dua lajur guna memperlancar pergerakan kendaraan.

"Kemarin ada dua alternatif. Bisa jalurnya dibuka dua, atau tetap satu jalur seperti kemarin. Kita coba rekayasanya seperti apa," jelasnya.

Terkait kapasitas parkir, Rasdian menambahkan pihaknya masih melakukan pengecekan jumlah satuan ruang parkir (SRP). Pengaturan waktu penerbangan, dapat membantu mengurangi potensi kepadatan kendaraan.

"Jadwalnya bisa diatur, tidak semua pesawat datang bersamaan. Mulai jam berapa sampai jam berapa nanti bisa diatur. Makanya kita coba uji coba besok," tandas dia.


Editor : Ahmad Sayuti