AS Tegaskan Siap Bela Jepang dan Korsel, Termasuk dengan Kekuatan Nuklir

AS kembali menegaskan komitmen membela Jepang dan Korea Selatan dengan seluruh kemampuan, termasuk kekuatan nuklir, dalam pertemuan trilateral di New York.

AS Tegaskan Siap Bela Jepang dan Korsel, Termasuk dengan Kekuatan Nuklir
Istimewa

INILAHKORAN.ID-Amerika Serikat kembali menegaskan komitmennya untuk membela Jepang dan Korea Selatan dengan seluruh kemampuan yang tersedia, termasuk kekuatan Nuklir.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan setelah pertemuan trilateral para menteri luar negeri ketiga negara di New York, Senin (21/9/2026).

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menggelar pertemuan di sela-sela Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pernyataan bersama yang dikutip dari dokumen Departemen Luar Negeri AS, Washington menegaskan kembali komitmen pertahanan terhadap Jepang dan Korea Selatan yang didukung seluruh kemampuan militer AS, termasuk kemampuan Nuklir.

Amerika Serikat menegaskan kembali komitmen yang tak tergoyahkan terhadap pertahanan Jepang dan Republik Korea, yang didukung oleh kekuatan militer Amerika yang tak tertandingi, termasuk kemampuan nuklirnya, serta menegaskan kembali komitmen pencegahan yang diperluas bagi Jepang dan Republik Korea,” demikian isi pernyataan tersebut.

Ketiga negara juga menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama keamanan trilateral di tengah perkembangan situasi keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Fokus pada Denuklirisasi Korea Utara

Selain isu pertahanan, ketiga menteri luar negeri menegaskan kembali komitmen terhadap Denuklirisasi penuh Korea Utara.

Mereka juga menyerukan penghentian berbagai sumber pendanaan yang dapat digunakan Pyongyang untuk mengembangkan program Nuklir dan rudalnya, termasuk aktivitas ilegal yang memanfaatkan ruang siber.

Dalam pernyataan bersama tersebut, AS, Jepang, dan Korea Selatan juga menyatakan bahwa jalur dialog dengan Korea Utara tetap terbuka.

Ketiga negara mendorong Pyongyang kembali ke meja perundingan sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Penegasan tersebut disampaikan ketika Korea Utara meningkatkan aktivitas militernya. Pada 20 September, Korea Utara dilaporkan meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek dari wilayah Wonsan menuju Laut Timur.

Sehari kemudian, tiga menteri luar negeri AS, Jepang, dan Korea Selatan bertemu di New York dan kembali menyelaraskan sikap terkait Denuklirisasi serta keamanan kawasan.

Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi

Pertemuan trilateral tersebut tidak hanya membahas keamanan dan isu Nuklir. Ketiga negara juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan teknologi.

Salah satu perhatian mereka adalah menghadapi tekanan ekonomi serta memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi gangguan rantai pasok.

AS, Jepang, dan Korea Selatan juga berkomitmen meningkatkan kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

Selain itu, ketiga negara membahas upaya mempromosikan teknologi reaktor Nuklir modular kecil atau small modular reactors (SMR) di pasar negara ketiga.

Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama Washington, Tokyo, dan Seoul mencakup tidak hanya pertahanan, tetapi juga keamanan ekonomi, teknologi strategis, dan ketahanan rantai pasok.***


Editor : JakaPermana