INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya menekankan bahwa tugas jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yakni memadukan antara pembangunan infrastruktur dan kultur. Bima berpendapat, kultur bisa diubah ketika infrastrukturnya dibangun.
"Tempat yang sudah ditata tidak akan memberikan berkah jika tidak dijaga atau tidak dirawat bersama-sama. Bahkan, kemungkinan akan muncul vandalisme dan kembali menjadi kumuh jika tidak dijaga dan dirawat," ungkap Bima kepada wartawan pada Senin (28/2/2022).
Bima melanjutkan, tetapi dirinya optimis dengan konsistensi membangun sistem, mendidik warga, melakukan edukasi kultur, maka titik-titik yang ada di Kota Bogor umumnya akan menjadi titik kebanggaan. Salah satu contoh adalah pedestrian seputar Istana Bogor atau Sistem Satu Arah (SSA).
"Hingga saat ini tidak ada satupun PKL yang berjualan di SSA karena kultur yang ada sudah terbangun, warga mengawasi dan semua sadar sehingga kawasan SSA menjadi kebanggaan Kota Bogor," terangnya.
Bima melanjutkan, dirinya menginginkan hal tersebut ada di seluruh sudut Kota Bogor, bukan hanya di seputaran SSA tetapi di seluruh sudut Kota Bogor. Seperti kawasan sekitar Suryakencana yang berikutnya akan ditata.
"Insya Allah kedepan kawasan Empang juga akan kami tata, bergerak ke arah stasiun dan nanti semua akan dilanjutkan oleh wali kota selanjutnya. Paling tidak ini menjadi contoh, jika kita mau Insya Allah kita bisa," tutur Bima.
Bima menegaskan, kepada para aparatur wilayah, tidak boleh ada pembiaran-pembiaran ruang milik publik 'dibajak'. Alhamdulillah berkat kerja keras semua, dianggarkan, direncanakan dan dikawal oleh teman-teman di wilayah.
"Contohnya gang-gang yang ada antara Jalan Roda dan Suryakencana bisa dirapikan untuk mengembalikan hak-hak milik publik, semua berhak untuk lewat di sini. Selain itu juga akan kami bangun menjadi destinasi wisata andalan yang terintegrasi dengan kawasan Suryakencana," jelasnya.***