ASN Pemkot Tasikmalata WFH Tiap Jumat, CFD Khusus Pegawai Segera Diuji Coba

Pemkot Tasikmalaya mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi ASN setiap Jumat sebagai langkah efisiensi energi. 

ASN Pemkot Tasikmalata WFH Tiap Jumat, CFD Khusus Pegawai Segera Diuji Coba
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan mengatakan nantinya uji coba car free day (CFD) khusus ASN juga disiapkan untuk memperkuat kampanye penghematan energi di lingkungan pemerintahan. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Pemkot Tasikmalaya mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi ASN setiap Jumat sebagai langkah efisiensi energi. 

Tak hanya itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan mengatakan nantinya uji coba car free day (CFD) khusus ASN juga disiapkan untuk memperkuat kampanye penghematan energi di lingkungan pemerintahan.

Dia mengaku kebijakan WFH perdana yang diterapkan pada Jumat (10/4/2026) lalu dinilai berjalan cukup baik. Viman menyebut sistem absensi hingga pengawasan kinerja ASN tetap berjalan optimal meski dilakukan dari jarak jauh.

“Untuk pertama kalinya memang masih perlu penyempurnaan, tapi secara umum berjalan baik. Pengawasan kita lakukan tiga kali, pagi, siang, dan sore,” ujar Viman, Senin (13/4/2026).

Selain itu, pelaksanaan rapat secara daring juga dinilai efektif. Bahkan, sejumlah dokumen strategis tetap dapat diselesaikan selama WFH berlangsung.

Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan. Beberapa ASN dari kalangan eselon II, III, serta bidang pelayanan publik masih diwajibkan masuk kantor. Ke depan, Pemkot berencana mengoptimalkan penggunaan ruang kerja bersama guna menekan konsumsi listrik dan air.

“Tujuan utamanya efisiensi energi. Nantinya ruangan akan digunakan bersama agar penggunaan energi lebih hemat,” jelasnya.

Tak berhenti di kebijakan WFH, Pemkot Tasikmalaya juga tengah menyiapkan uji coba Car Free Day (CFD) khusus ASN. Program ini mendorong pegawai untuk tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil saat berangkat kerja.

Uji coba CFD dijadwalkan berlangsung setiap hari Rabu. Pada pekan sebelumnya, program ini masih dalam tahap sosialisasi dan mulai diikuti oleh sejumlah ASN.

“Bisa pakai sepeda, jalan kaki bagi yang dekat, atau motor listrik. Intinya kita ingin membangun kesadaran bersama soal pentingnya penghematan energi,” kata Viman.

Dia menambahkan, meskipun dampak penghematan energi dari sektor transportasi di kota kecil seperti Tasikmalaya tidak terlalu besar, namun langkah ini penting sebagai edukasi publik.

“Ini bagian dari kampanye agar masyarakat juga ikut tergerak, bukan hanya pemerintah,” pungkasnya.

Melalui kombinasi kebijakan WFH dan CFD, Pemkot Tasikmalaya berharap dapat menekan konsumsi energi sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya gaya hidup hemat energi di tengah tantangan global.


Editor : Doni Ramdhani