Astindo Persoalkan Tingginya Harga Tiket Penerbangan Domestik

Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) hingga kini terus memperjuangkan penurunan harga tiket pesawat. Pasalnya, moda transportasi udara merupakan akses masuk para wisatawan domestik dan mancanegar

Astindo Persoalkan Tingginya Harga Tiket Penerbangan Domestik
INILAH, Lombok - Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) hingga kini terus memperjuangkan penurunan harga tiket pesawat. Pasalnya, moda transportasi udara merupakan akses masuk para wisatawan domestik dan mancanegara ke berbagai daerah di Indonesia.
 
Ketua Umum Astindo Elly Hutabarat mengatakan, pihaknya mempersoalkan terkait tingginya tiket penerbangan domestik. Terkait akses tersebut, dia menyebutkan moda transportasi laut dan darat relatif tidak ada persoalan berarti. 
 
“Yang jadi masalah itu harga tiket moda transportasi udara. Jika alasannya adalah harga BBM (bahan bakar minyak), lalu kenapa penerbangan ke luar negeri bisa lebih murah? Padahal, maskapai penerbangan luar negeri tersebut berangkat dan membeli BBM dari Indonesia dengan harga yang sama dengan maskapai penerbangan nasional,” kata Elly usai pembukaan rapat kerja nasional Astindo di Lombok NTB dikutip Antara, Senin (8/4/2019).
 
Menurutnya, masalah itu merupakan hajat hidup orang banyak. Tak hanya hotel dan penginapan yang menderita karena sepi pengunjung, Namun, orang-orang di pinggir jalan dan perajin souvenir juga mengeluh karena tidak ada turis yang belanja. 
 
Dia menyebutkan, Astindo mendesak maskapai penerbangan Garuda Indonesia selaku badan usaha milik negara (BUMN) untuk mempertimbangkan agar menurunkan harga tiket pesawat.
 
Masalah tersebut diakuinya akan dibahas lagi dengan jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebab, daerah-daerah pariwisata yang dulunya ramai dikunjungi wisatawan kini kondisinya memprihatinkan. Termasuk, pulau Lombok yang masih dalam masa pemulihan setelah gempa bumi yang terjadi pada Juli-Agustus 2018.
 
Sama halnya dengan yang diungkapkan Sekretaris Daerah NTB H Rosyadi Sayuti. Sebagai lembaga pemerintahan daerah, pihaknya menyurati Kemenhub untuk meminta harga tiket diturunkan. 
 
“:Paling tidak ada promo-promo ke Lombok sebagai bagian dari pemerintah dan maskapai penerbangan menunjukkan empati kepada Lombok yang sedang masa pemulihan setelah gempa bumi,” ujarnya.
 
Menurutnya, maskapai penerbangan semestinya tidak memukul rata harga tiket pesawat untuk semua daerah tujuan, tetapi dari dan menuju Lombok harus ada perlakuan khusus karena merupakan daerah tertimpa musibah dan sedang dalam pemulihan.


Editor : inilahkoran