Aturan Baru Pembatalan Tiket Kereta Api, Bisa Kembali 100 Persen Jika Penuhi Syarat Ini!
Pengembalian 100 persen dilakukan jika. Pertama hasil screening Antigen/PCR positif, refund dapat dilakukan maksimal H+3 dari tanggal kebera
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta telah memberlakukan regulasi terbaru bagi calon penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang tidak dapat menunjukkan hasil screening Rapid Test Antigen atau RT-PCR saat melakukan boarding sebelum keberangkatan.
"Bagi calon penumpang yang tidak dapat menunjukkan screening Rapid Test Antigen atau RT-PCR bea tiket dikembalikan sebesar 75 persen," ujar Kahumas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam keterangan tertulisnya, Senin 7 Februari 2022.
Sedangkan ketentuan sebelumnya, kata Eva, pelanggan KA yang tidak bisa menunjukkan Antigen atau RT-PCR saat boarding di stasiun, bea tiket dikembalikan 100 persen di loket stasiun. Namun pengembalian tiket bisa 100 persen jika memenuhinya syarat dan ketentuan terbaru.
Baca Juga: Stasiun Cikarang Kini Layani Penumpang Kereta Api Jarak Jauh
"Pengembalian 100 persen dilakukan jika. Pertama hasil screening Antigen/PCR positif, refund dapat dilakukan maksimal H+3 dari tanggal keberangkatan KA," kata Eva.
Kedua, belum divaksin, refund dapat dilakukan maksimal H+3 dari tanggal keberangkatan KA. Ketiga tidak menggunakan masker saat boarding dan suhu tubuh di atas 37,3 derajat celsius, refund dapat dilakukan 3 jam sampai dengan sebelum keberangkatan KA.
"Pengembalian 75 persen dilakukan jika tidak dapat menunjukkan hasil screening Antigen/PCR, refund dapat dilakukan maksimal 30 menit sebelum keberangkatan KA," jelas Eva.
Kemudian pengembalian 75 persen jika pembatalan atas keinginan penumpang. Refund dapat dilakukan di loket maksimal 30 menit sebelum keberangkatan KA dan maksimal 3 jam sebelum keberangkatan KA di aplikasi KAI Access
"Di area Daop 1 Jakarta terdapat 6 stasiun yang melayani pembatalan tiket KA di antaranya Stasiun Gambir, Pasarsenen, Jakarta Kota, Bekasi, Cikampek, dan Bogor Paledang," terang Eva.
Baca Juga: KCIC: Kontraktor Utama Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Pasang Bantalan Rel Beton
Lanjut Eva, PT KAI Daop 1 Jakarta senantiasa mengikuti dan mematuhi seluruh ketentuan dari pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 pada moda transportasi KA. Komitmen untuk mewujudkan perjalanan KA yang sehat juga terus dilakukan melalui penerapan aturan yang ketat pada seluruh pengguna jasa baik di stasiun dan selama perjalanan KA berlangsung.
"PT KAI Daop 1 Jakarta mengiimbau kepada calon penumpang untuk memperhatikan ketentuan dan persyaratan naik KA di masa pandemi," ucap Eva
Eva menjelaskan, saat ini ketentuan dan persyaratan naik KA mengacu pada Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub) nomor 97 tahun 2021. Ketentuannya antara lain:
1. Penumpang usia 12 tahun ke atas wajib vaksin (minimal dosis pertama) kecuali penumpang yang belum dapat divaksin karena alasan medis wajib memiliki surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah/dokter spesialis untuk pengganti vaksin.
2. Seluruh penumpang (tanpa batasan usia) wajib memiliki bukti pemeriksaan antigen (1x24 jam) atau RT-PCR (3x24 jam) dengan hasil negatif.
3. Perjalanan penumpang anak usia di bawah 12 tahun wajib didampingi orang tua.***
Editor : inilahkoran

