Bandung Hasilkan 63,76 Ton Sampah Tahun Baru, Mayoritas Plastik dan Kemasan
Bandung hasilkan 63,76 ton sampah malam Tahun Baru 2026, mayoritas terdiri dari plastik dan kemasan sekali pakai, menunjukkan tantangan pengelolaan sampah masih besar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Kota Bandung kembali menyisakan persoalan sampah plastik dan kemasan sekali pakai.
Dari total 63,76 ton sampah yang dikumpulkan, sebagian besar berasal dari plastik, kemasan makanan, dan kardus yang digunakan selama perayaan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat total timbulan sampah malam pergantian tahun setara 133 meter kubik.
Meski jumlahnya relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, komposisi sampah menunjukkan plastik dan kemasan masih mendominasi ruang publik.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan hasil pemilahan menunjukkan sekitar 10 persen sampah berupa sisa makanan. Selebihnya didominasi sampah anorganik, terutama plastik dan kemasan sekali pakai.
“Secara volume tidak ada lonjakan signifikan dibandingkan tahun lalu, namun jenis sampahnya masih didominasi plastik dan kemasan,” ujar Darto, Sabtu (3/1/2026).
Kemasan Sekali Pakai Masih Jadi Pilihan Warga
Dominasi plastik dan kemasan mencerminkan pola konsumsi masyarakat selama perayaan malam tahun baru, mulai dari makanan, minuman, hingga perlengkapan pesta.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan sampah perkotaan, terutama dalam upaya pengurangan sampah plastik.
Pengumpulan sampah dilakukan di 52 titik keramaian di Kota Bandung. Sebanyak 395 petugas kebersihan diterjunkan sejak pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB, sebelum seluruh sampah diangkut ke TPA Sarimukti sekitar pukul 05.00 WIB.
Guna mendukung proses tersebut, DLH mengerahkan tujuh unit dump truck dan tiga unit motor pick up.
Tantangan Pengurangan Sampah Plastik
DLH menilai stabilnya volume sampah belum sejalan dengan upaya pengurangan sampah plastik. Oleh karena itu, Darto mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dalam setiap kegiatan besar.
“Kesadaran untuk mengurangi plastik masih perlu ditingkatkan, terutama saat kegiatan massal seperti perayaan tahun baru,” katanya. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

