Jaga Ketahanan Pangan dengan Urban Farming
Meski minim lahan pertanian, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya menghadirkan ketahanan pangan di Kota Bandung. Salah satunya melalui urban farming dengan menanam sayuran hingga budidaya ikan di sekitar tempat tinggal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Meski minim lahan pertanian, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya menghadirkan ketahanan pangan di Kota Bandung. Salah satunya melalui urban farming dengan menanam sayuran hingga budidaya ikan di sekitar tempat tinggal.
Hal itu juga yang digelorakan Wali Kota Bandung Oded M Danial. Dia mengajak warga untuk melakukan urban farming.Terlebih di masa pendemi Covid-19, urban farming menjadi strategi yang baik untuk menjaga ketahanan pangan dalam keluarga.
"Kota Bandung sebagai kota metropolitan yang tidak memiliki luasan tanah sawah untuk menjadi tempat bertani. Tapi ketahanan pangan itu bisa lakukan dengan cara mengajak warga berurban farming seperti ternak ikan dan sebagainya," kata Oded.
Dia menjelaskan, dengan menerapkan program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan (Kang Pisman) menjadi andalan masyarakat untuk ketahanan pangan dalam keluarga. Ketahanan pangan melalui Kang Pisman dengan Buruan Sae, ini akan terus digalakan. Sehingga tidak mengandalkan dari daerah lain.
"Mudah-mudahan pada saatnya nanti kesadaran sudah tumbuh. Nanti kalau mereka punya cengek (cabai rawit), surawung (kemangi), tomat, sampai kangkung sendiri, lama kelamaan nanti akan banyak," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, kegiatan pleno sebagai evaluasi kebijakan ketahanan pangan. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga untuk menyusun strategi atau kebijakan tahun 2021.
"Ketahanan atau ketersediaan itu rentan, karena Kota Bandung bukan daerah produsen, tidak punya kekuatan. Sehingga tergantung dari luar. Jadi kegiatan ketahanan pangan ini lebih beda dengan kabupaten atau daerah lainnya, untuk produksi dituntut punya staregi ketahanam pangan lebih," kata Gin Gin. (Yogo Triastopo)
Editor : Bsafaat


