Kasus Berita Bohong, Habib Bahar Teguh Tak Bersalah

Terdakwa kasus berita bohong, Bahar bin Smith, tetap menegaskan tida bersalah, seperti, apa yang didakwakan oleh jaksa.

Kasus Berita Bohong, Habib Bahar Teguh Tak Bersalah
Bahar bin Smith sebut penangkapan Habib Rizieq oleh kepolisian lantaran menggelar maulid Nabi SAW, dan hal itulah yan dijadikan landasan penyebaran berita bohong dalam dakwaan jaksa.



INILAHKORAN, Bandung - Terdakwa kasus berita bohong, Bahar bin Smith, tetap menegaskan tida bersalah, seperti, apa yang didakwakan oleh jaksa. Terlebih soal isi ceramah yang menjeratnya, terkait dengan Rizieq Shihab.

Hal itu disampaikan saat menjalani persidangan di PN Bandung, Kamis (21/7/2022).

"Dari semua yang menggelar acara maulid, hanya habib Rizieq yang dipenjara, memang seperti mencari-cari kesalahan, sama seperti yang menimpa saya waktu bebas asimilasi," kata Bahar.

Baca Juga: Anak Donald Trump, Donald Barron Hadiri Upcara Pemakaman Ivana Trump, Tinggi Badan Jadi Sorotan

Hal itu termasuk soal cuitan Bahar terkait dengan penembakan enam laskar FPI. "Jadi itu saya tidak merasa bersalah, keluarga korban menceritakan dengan air mata, dari hati mereka," kata Bahar.

Namun begitu, Bahar mengaku tetap meminta jamaah mencintai Tanah Air atau Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk dalam ceramahnya di Bandung yang kini diperkarakan.

Meski dia berceramah dan menyerukan jamaah untuk melawan kezaliman, tetapi ia merasa jamaah tidak akan terprovokasi. Karena sebelumnya ia mengaku telah menanamkan kepada jamaahnya untuk mencintai NKRI.

Baca Juga: Gara-gara Ini, Nikita Mirzani Ditangkap Polisi

"Karena saya meletakkan di hati mereka untuk cinta tanah air, sebagian dari pada iman, barang siapa yang tidak punya cinta Tanah Air, tidak beriman, jadi itu penguatan kembali, NKRI dan UUD itu harga mati," kata Bahar di PN Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis.

Menurutnya Indonesia merupakan negara konstitusi yang menjamin kebebasan menyampaikan aspirasi dengan demo atau aksi untuk menasehati pemerintahan. Namun jika ada kebijakan pemerintah yang bagus, menurutnya juga jangan terlupakan.

"Dari situ mereka (jamaah) bisa paham, berarti kita melawan kedzaliman, tapi kalau tidak ada kedzaliman ya tidak perlu," kata Bahar. (Caesar Yudistira)***


Editor : inilahkoran