Bangunan Sekolah Sebagian Menua, Disdik Kota Bandung Kebut Perbaikan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat penataan sarana dan prasarana pendidikan pada 2025-2026. Langkah itu, ditempuh mengejar ketertinggalan perbaikan bangunan sekolah yang sebagian telah menua dan tak lagi memadai.

Bangunan Sekolah Sebagian Menua, Disdik Kota Bandung Kebut Perbaikan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat penataan sarana dan prasarana pendidikan pada 2025-2026. Langkah itu, ditempuh mengejar ketertinggalan perbaikan bangunan sekolah yang sebagian telah menua dan tak lagi memadai.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat penataan sarana dan prasarana pendidikan pada 2025-2026. Langkah itu, ditempuh mengejar ketertinggalan perbaikan bangunan sekolah yang sebagian telah menua dan tak lagi memadai.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan, perbaikan ruang belajar menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda. “Sebagian bangunan sudah berusia puluhan tahun. Kami harus bergerak cepat agar proses belajar tetap aman dan nyaman,” kata Asep Saeful Gufron, Kamis 4 Desember 2025.

Sepanjang 2025, Disdik Kota Bandung dituturkan ia fokus membenahi sekolah dasar. Rehabilitasi toilet dilakukan di 29 lokasi, disusul perbaikan 255 ruang kelas di 86 sekolah. "Di tiga sekolah lain, pemerintah membangun sembilan ruang kelas baru untuk mengatasi kekurangan ruang belajar," ucapnya.

Perbaikan serupa berlangsung di jenjang SMP. Pihaknya membangun satu unit sekolah baru, menambah fasilitas parkir di empat sekolah dan membangun sarana dan utilitas di sepuluh sekolah. "Selain itu, 80 ruang kelas mengalami rehabilitasi sedang hingga berat dan 31 sekolah mendapat perbaikan sarana serta utilitas pendukung," ujar dia.

Asep menjelaskan, pembangunan baru diarahkan ke sekolah-sekolah dengan pertumbuhan murid yang tinggi. Sementara bangunan lama yang rusak berat menjadi prioritas perbaikan. “Ada ruang yang belum tuntas dibangun tahun sebelumnya, ada pula gedung lama yang memang harus segera ditangani,” tuturnya.

Ia pun memastikan, anggaran dan program fisik untuk 2026 sudah disiapkan. “Peningkatan sarpras adalah investasi jangka panjang. Kami ingin mutu layanan pendidikan naik bersama kualitas ruang belajarnya,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana