RMP Kota Bandung Gunakan Basis Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Bantuan Pendidikan

Disdik Kota Bandung menegaskan program rawan melanjutkan pendidikan (RMP) Kota Bandung 2026 tetap berjalan dengan mekanisme lebih modern dan berbasis data.

RMP Kota Bandung  Gunakan Basis Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Bantuan Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menegaskan, program rawan melanjutkan pendidikan (RMP) Kota Bandung 2026 tetap berjalan dengan mekanisme lebih modern dan berbasis data.

Pendataan penerima bantuan, kini mengacu pada basis data sosial ekonomi nasional (SEN) sehingga siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu mendapatkan dukungan pendidikan yang tepat sasaran.

"Dengan sistem baru ini, kami bisa menargetkan siswa dari desil 1 sampai desil 5 yang benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan sehingga tidak tumpang tindih dengan program lain seperti program Indonesia pintar (PIP)," kata Asep Saeful Gufron, Sabtu 7 Februari 2026.

Sebelumnya dituturkan ia, penentuan penerima RMP hanya mengandalkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) yang berpotensi kurang akurat. Integrasi dengan basis data sosial ekonomi nasional, membuat penyaluran bantuan lebih efisien, transparan dan tepat sasaran.

Mekanisme bantuan RMP Kota Bandung 2026 pun, dikemukakan ia turut mengalami penyesuaian. bantuan operasional dari APBD, difokuskan sekolah swasta. Sementara sekolah negeri dibiayai melalui skema lain.

"Program tersebut, mencakup biaya operasional, seragam, buku dan perlengkapan belajar bagi siswa SD dan SMP dari keluarga ekonomi rentan," ucapnya.

Meskipun anggaran RMP 2026 turun menjadi hampir Rp40 miliar dibandingkan tahun sebelumnya mendekati Rp43 miliar, jumlah penerima justru meningkat mengikuti pertambahan kuota peserta didik baru.

"Kami menyesuaikan alokasi anggaran agar lebih efisien. Tapi tetap memastikan semua siswa yang berhak menerima bantuan," ujar dia.

Disdik Kota Bandung juga, melakukan monitoring dan evaluasi rutin memastikan bantuan digunakan sesuai tujuan. Asep menekankan, setiap bantuan harus mendukung kegiatan belajar siswa dari keluarga kurang mampu dan tidak boleh disalahgunakan.

Ia menambahkan, respons masyarakat terhadap program RMP Kota Bandung 2026 terus positif. Banyak orang tua murid mengapresiasi bantuan pendidikan yang diberikan untuk anak-anak mereka.

"Ke depan, kami berencana terus mengoptimalkan penggunaan basis data sosial ekonomi nasional agar program lebih efektif dan tepat sasaran," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti