Banjir Lahar Semeru Makin Mengancam, Bupati Lumajang Desak Warga Sumberlangsep Pindah

Bupati Lumajang meminta warga sumbeehurip pindah karena bahaya bebcana masih mengancam.

Banjir Lahar Semeru Makin Mengancam, Bupati Lumajang Desak Warga Sumberlangsep Pindah
banjir lahar di Lumajang

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali meminta warga Dusun Sumberlangsep untuk mempertimbangkan relokasi ke hunian tetap (huntap) di Desa Sumbermujur, yang dinilai jauh lebih aman dari ancaman banjir lahar dingin Gunung Semeru.

Imbauan itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat meninjau langsung wilayah terdampak bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma dan jajaran Forkopimda. Kunjungan dilakukan menyusul meningkatnya pergerakan lahar akibat hujan deras di kawasan kaki Semeru.

Bupati Indah menjelaskan bahwa Pemkab Lumajang sebenarnya sudah menawarkan relokasi kepada warga sejak erupsi besar Semeru beberapa tahun lalu. Namun mayoritas warga memilih tetap tinggal karena mempertahankan mata pencaharian sebagai petani. Lahan pertanian di Sumberlangsep memang dikenal sangat subur, sehingga perpindahan dianggap mengancam penghasilan mereka.

“Sebagian warga kini mengungsi ke titik aman, tapi ada juga yang bertahan dengan mendirikan tenda di bukit,” ujar Indah. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas, sehingga tawaran relokasi ke huntap Sumbermujur akan kembali dibuka.

Indah menambahkan, jika warga tetap menolak opsi relokasi, maka mereka wajib menandatangani berita acara bahwa risiko ditanggung pribadi. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk memberi perlindungan maksimal, terutama ketika potensi bahaya meningkat.

Selain relokasi, Pemkab Lumajang juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pembangunan jembatan gantung sepanjang 270 meter. Fasilitas itu diperlukan untuk mendukung akses darurat serta mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Saat ini pemerintah fokus memastikan tidak ada warga yang bertahan di zona rendah yang rawan terjangan lahar. Beberapa jalur aliran lahar juga sedang dibenahi agar alirannya tidak semakin melebar dan mengancam permukiman.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kembali membuka dapur umum untuk mendukung kebutuhan pengungsi yang terisolasi. Sebanyak 500 nasi bungkus didistribusikan ke tiga titik pengungsian yang berada di kawasan perbukitan. Proses penyaluran bantuan membutuhkan upaya ekstra karena relawan harus menyeberangi sungai yang sesekali dilalui lahar hujan.

Dengan kondisi cuaca yang masih tidak stabil dan aktivitas Semeru yang fluktuatif, pemerintah berharap warga Sumberlangsep mempertimbangkan kembali keselamatan jangka panjang dibandingkan risiko tinggal di zona merah.


Editor : Firda Rachmawati