Gunung Semeru Erupsi Beruntun Pagi Ini, Abu Vulkanik Meluncur hingga 1,2 KM
gunung Semeru tercatat mengalami empat kali erupsi beruntun pada Jumat 8 Mei 2026
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat.
Pada Jumat pagi 8 Mei 2026, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami empat kali erupsi beruntun dengan kolom abu tertinggi mencapai 1.200 meter di atas puncak.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, rangkaian letusan ini dimulai sejak dini hari hingga menjelang siang, memicu kewaspadaan tinggi bagi warga di lereng gunung.
Kronologi Empat Kali erupsi Beruntun
Petugas PPGA Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa fluktuasi erupsi terjadi dalam rentang waktu yang cukup dekat:
Pukul 00.39 & 00.52 WIB: erupsi awal terjadi di tengah malam. Secara visual, tinggi letusan tidak teramati karena kendala cuaca dan kegelapan, namun aktivitas terekam jelas pada seismograf.
Pukul 05.21 WIB: Terjadi letusan besar dengan tinggi kolom abu mencapai 1,2 km (4.876 mdpl). Abu berwarna putih hingga kelabu bergerak sedang ke arah timur laut.
Pukul 06.09 WIB: erupsi kembali terjadi dengan tinggi kolom abu 900 meter, mengarah ke sisi utara.
Pukul 07.50 WIB: Letusan keempat menyemburkan abu setinggi 1 km dengan intensitas tebal yang condong ke arah utara.
Status Siaga (Level III) dan Zona Bahaya
Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Status Level III (Siaga) untuk Gunung Semeru. Masyarakat diminta untuk mematuhi rekomendasi ketat guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
"Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari pusat erupsi," tegas Liswanto dalam keterangan tertulisnya
Pihak BPBD setempat terus berkoordinasi dengan petugas pengamatan untuk memantau perkembangan visual maupun seismik guna memberikan peringatan dini jika aktivitas Semeru terus mengalami eskalasi.
Editor : Firda Rachmawati

