Badan Geologi Minta Masyarakat Tetap Waspada saat Erupsi Gunung Anak Krakatau Menurun

Meski erupsi Gunung Anak Krakatau menurut, Badan Geologi meminta masyarakat untuk tetap waspada.

Badan Geologi Minta Masyarakat Tetap Waspada saat Erupsi Gunung Anak Krakatau Menurun
Gunung Anak Krakatau saat erupsi.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini erupsi Gunung Anak Krakatau telah menurun dari sebelumnya yang sempat menimbulkan hujan abu vulkanik ke lima provinsi.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap mewaspadai aktivitas magma dalam dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, meski intensitas erupsinya kini sudah menurun.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan perubahan setelah mengalami satu episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026.

Meski demikian, berdasarkan hasil evaluasi hingga Jumat, Badan Geologi Kementerian ESDM tetap mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

"erupsi Strombolian merupakan salah satu karakteristik aktivitas Gunung Anak Krakatau. Munculnya kembali erupsi Strombolian menunjukkan bahwa episode erupsi menerus telah berakhir," jelas Lana. 

"Namun, aktivitas vulkanik masih berlangsung, sehingga masyarakat tetap perlu waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan," ujar Lana.

erupsi Strombolian merupakan erupsi berupa letupan-letupan yang terjadi secara berkala akibat pelepasan gas dari magma. Aktivitas tersebut dapat menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik di sekitar kawah.

Hasil pemantauan Badan Geologi menunjukkan aktivitas gempa permukaan yang terekam melalui gempa frekuensi rendah dan gempa hibrida/fase banyak masih mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menurun.

Namun, gempa vulkanik mengalami peningkatan dibanding kondisi rata-rata rekaman gempa vulkanik Gunung Anak Krakatau.***


Editor : Irma Nurfajri