DPR Dorong Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dioptimalkan

DPR meminta operasi SAR untuk mencari lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda dioptimalkan. Helikopter HR-3604 turut dikerahkan membantu pencarian.

DPR Dorong Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dioptimalkan
-Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan

INILAHKORAN.ID-Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya lima jurnalis yang tengah meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Junico yang pernah cukup lama berkecimpung di dunia media dan penyiaran mengatakan pekerjaan jurnalistik memiliki risiko yang tidak ringan. Menurutnya, informasi dan gambar yang diterima masyarakat merupakan hasil kerja banyak orang di lapangan.

“Di balik setiap gambar yang sampai kepada publik, ada kru yang bekerja, menghadapi risiko, dan memiliki keluarga yang menunggu mereka pulang,” kata Junico dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia berharap operasi pencarian dapat berjalan lancar dan seluruh anggota rombongan jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat. Junico juga meminta pihak berwenang memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan operasi pencarian secara berkala.

Menurutnya, tim SAR gabungan dan pemerintah perlu mengoptimalkan seluruh informasi yang tersedia dalam proses pencarian. Informasi tersebut meliputi posisi terakhir, jejak komunikasi, kondisi arus dan cuaca, serta keterangan dari keluarga, rekan kerja, operator kapal, hingga masyarakat di sekitar perairan Selat Sunda.

“Setiap petunjuk mengenai kemungkinan lokasi mereka, termasuk permintaan pencarian di sekitar Pulau Sertung, perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim SAR sesuai penilaian operasi,” ujarnya.

DPR Minta Keluarga Dapat Pendamping Resmi

Selain mengoptimalkan pencarian, Junico meminta pemerintah menunjuk satu penghubung resmi yang bertugas mendampingi keluarga para jurnalis selama proses pencarian berlangsung.

Ia menilai keluarga perlu mendapatkan informasi secara berkala mengenai perkembangan operasi, wilayah yang telah diperiksa, kendala yang dihadapi tim SAR, hingga rencana pencarian berikutnya.

Menurut Junico, penyampaian informasi kepada keluarga harus dilakukan dengan bahasa yang jelas dan penuh empati.

“Dalam situasi seperti ini, keluarga korban membutuhkan lebih dari sekadar pembaruan informasi. Mereka membutuhkan kepastian bahwa setiap petunjuk diperiksa, setiap kemungkinan ditelusuri, dan negara terus bekerja dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Ia juga meminta perusahaan media tempat para jurnalis bekerja dilibatkan dalam proses penanganan. Menurutnya, keterlibatan perusahaan diperlukan agar tanggung jawab terhadap para pekerja dan keluarga mereka dapat dipenuhi secara utuh.

Helikopter Dikerahkan Bantu Pencarian

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten terus mengoptimalkan operasi pencarian dengan mengerahkan dukungan udara.

Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 diterjunkan untuk membantu pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Kepala Kantor Banten'>SAR Banten Al Amrad mengatakan helikopter tersebut berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB.

“Helikopter HR-3604 berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB. Rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran-Pantai Carita-BPBD Banten-Helipad/JIExpo Kemayoran,” kata Al Amrad di Pandeglang, Kamis.

Helikopter tersebut membawa tujuh orang. Dukungan udara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencarian, terutama untuk memantau wilayah operasi SAR di sekitar perairan Selat Sunda dan kawasan Gunung Anak Krakatau.

Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal Hilang Kontak

Lima jurnalis yang telah teridentifikasi dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain lima jurnalis tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada di dalam kapal cepat yang digunakan rombongan.

Operasi SAR masih terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur dan dukungan yang tersedia untuk menemukan seluruh penumpang kapal yang hilang kontak di wilayah perairan Selat Sunda tersebut.***


Editor : JakaPermana