Tsunami Selat Sunda: 400 Orang Lebih Tewas Termasuk Para Publik Figur 

Tanggal 22 Desember mencatat salah satu kenangan pahit yakni terjadinya Tsunami Selat Sunda yang menewaskan 400 orang lebih.

Tsunami Selat Sunda: 400 Orang Lebih Tewas Termasuk Para Publik Figur 
Tanggal 22 Desember mencatat salah satu kenangan pahit yakni terjadinya Tsunami Selat Sunda yang menewaskan 400 orang lebih.

INILAHKORAN.ID- Sejarah telah merekam salah satu peristiwa mengenaskan yang terjadi pada tanggal 22 Desember. Tepatnya, ketika Anak Krakatau di Selat Sunda 'mengamuk'.

Tragedi itu disebut dengan Tsunami Selat Sunda. Terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018 malam WIB, ketika banyak warga di area Banten dan Serang dan sekitarnya sedang menjalani keseharian seperti biasanya.

Tiba-tiba saja, terjadi letusan Gunung Anak Krakatau yang memicu Tsunami di Pesisir Banten.

BMKG mengungkapkan, Tsunami dipicu pasang tinggi dan longsor bawah laut akibat aktivitas vulkanik yang terjadi sekitar pukul 21.27 WIB.

Gelombang air yang begitu besar seketika menyapu pemukiman warga, warung kuliner, serta banyak penginapan di area pantai.

Menurut data dari BNPB, sebanyak 426 orang dinyatakan meninggal dunia dan 7.202 mengalami luka-luka. Sementara itu, 23 orang dinyatakan hilang.

Tercatat, kerusakan berat berupa 882 unit rumah, 60 warung dan 73 penginapan serta puluhan kendaraan.

Tsunami ini turut memakan korban jiwa dari kalangan publik figur. Sebut saja komedia Argo Heriyanto alias Aa Jimy.

Saat itu Aa Jimy sedang menjadi MC bersama Ade eks Teamlo di acara Employee Gathering PLN UIT JBB di area Tanjung Lesung Beach Resort, Banten.

Selain itu, bassis band Seventeen, Muhammad Awal Furbani serta sang gitaris Herman Sikumbang juga turut menjadi korban meninggal. Dia berada di acara yang sama dengan Aa Jimy.

Menerjang Wisatawan

Ketika itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan banyak korban meninggal dan hilang di sejumlah kawasan wisata.

Kerusakan parah menimpa kawasan Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita. Banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang Tsunami.

"Banyak korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat," ujarnya.

Saat itu, banyak pengungsi yang mengalami kondisi memprihatinkan. Mereka memerlukan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, MCK, pakaian layak pakai, selimut, tikar, pelayanan medis, dan lainnya.***


Editor : Bsafaat