Ramon Tanque dan Nyawa Kedua Si Anaconda

Ramon Tanque terus mencetak gol untuk Persib. Dia seperti mendapatkan 'nyawa kedua' usai puasa gol di 10 laga.

Ramon Tanque dan Nyawa Kedua Si Anaconda
Ramon Tanque terus mencetak gol untuk Persib. Dia seperti mendapatkan 'nyawa kedua' usai puasa gol di 10 laga.

INILAHKORAN.ID- Seperti kemarahan yang tak kunjung reda, Ramon Tanque terus mencetak gol. Seiring performanya yang makin 'menyala', Persib kini mantap dekati takhta.

Laga Persib Bandung kontra Bhayangkara Presisi Lampung di Stadion GBLA, Minggu 21 Desember malam WIB jadi pertunjukkan tentang siapa sebenarnya seorang Ramon Tanque

Ramon Tanque tampak 'serakah' ingin melakukan semuanya. Menyundul bola dengan keras, lewati dua hingga tiga pemain lawan, bahkan sekuat tenaga menendang dari luar kotak penalti.

Ada kepercayaan diri yang terus tumbuh seiring menghilangnya 'kesialan' dalam diri Ramon. Tak seperti 10 laga awal Super League dimana seolah dikutuk mandul, sekarang gol itu seperti akan datang dengan sendirinya.

Setelah sundulan keras Berguinho dimentahkan kiper Bhayangkara yang merupakan eks penggawa Persib, Aqil Savik, Ramon memecah kebuntuan pada menit ke-10. 

Barisan pemain belakang Bhayangkara seperti terpaku melihat Si Anakonda-julukan Ramon- melepaskan tembakan. 

Tak ada ruang bagi Ramon untuk melepaskan tendangan keras ke arah gawang lantaran dia terus dikawal ketat Chrstian Ilic dalam posisi sprint. 

Kali ini Ramon tak menggunakan otot-otot kaki untuk sekuat tenaga menendang bola. Dia mempertontonkan sebuah kepintaran dalam melepaskan sepakan mendatar yang membuat Savik terdiam mati langkah. 

Bola itu mendarat mulus di pojok kanan gawang Bhayangkara. Skor 1-0 untuk Persib hingga turun minum.

Andai Savik tak tampil gemilang di laga ini, bisa jadi Ramon mencetak hattrick.  Ada dua sundulan keras dari striker asal Brasil, itu yang digagalkan sang penjaga gawang. Performa Savik begitu gemilang, tapi Ramon makin tertantang.

Hingga lesakan kedua Ramon pun tercipta pada menit ke-62. Kali ini, gol terlahir dengan cara yang merupakan senjata paling mematikan dari dirinya: sundulan kepala.

Thom Haye merangsek masuk dari sisi kanan lini pertahanan Bhayangkara untuk melepaskan umpan tarik yang dieksekusi Ramon dengan sangat sempurna. Tandukannya kali ini tak mampu dibendung Savik.

Rupanya itu jadi gol terakhir di laga ini. Ramon tak bermain penuh. Pelatih Bojan Hodak membuat keputusan yang sudah diprediksi sebelumnya, menggantikan Ramon dengan striker asing lainnya, Andrew 
Jung.

Mimik wajah Ramon begitu dingin meninggalkan lapangan. Tampak sebuah kelegaan mengiringi langkah kakinya keluar lapangan. 

Dia melepas sedikit senyum ke arah tribun penonton. Di sana para Bobotoh bertepuk tangan sembari berdiri sebagai bentuk penghormatan atas dua gol yang dicetaknya.

Dari pinggir lapangan, Hodak seperti tak sabar menyambut Ramon. Dia menyalaminya, memeluknya, sebuah pertanda rasa bangga ketika kepercayaan penuh itu dibayar tuntas sang pemain.

Hodak melihat Ramon kini telah benar-benar mencapai level kepercayaan diri tertingginya. Lesakan dua gol ke gawang Bhayangkara, baginya adalah sebuah bukti tentang kualitas pemain kelahiran 10 September 1988 itu.

"Sekarang Ramon mulai mencetak gol dan bagi saya tidak peduli siapa yang menyumbangkan gol dan yang terpenting kami bisa menang. Dan bagi seorang striker, ketika sekali dia bisa mencetak gol, maka dia akan merasakan kepercayaan diri dan bisa terus mencetak gol di setiap pertandingan," ungkap Hodak.

Hodak mengaku tak banyak melakukan penanganan khusus ketika Ramon mengalami puasa gol di 10 laga awal Super League. Dia juga menegaskan tak pernah mengancam pemainnya itu dengan ultimatum pencoretan.

"Saya tidak pernah memberinya ultimatum. Dia bermain dengan sangat baik dalam 4-5 pertandingan terakhir. Satu-satunya hal adalah dia tidak bisa menghasilkan gol sebelumnya. Sekarang dia sudah bisa mulai mampu mencetak gol dan bisa bermain menyerang dan bertahan," tegas Hodak.

Kemenangan Penting

Kemenangan atas Bhayangkara FC membuat Persib terus menekan Borneo FC di peringkat pertama klasemen sementara Super League. Kini, Maung Bandung hanya berselisih tiga poin dari tim berjuluk Pesut Etam itu.

Persib naik ke posisi kedua dengan koleksi 31 poin dari 14 laga. Hanya saja, mereka bakal kembali turun ke peringkat ketiga andai Persija Jakarta yang kini mengoleksi 31 poin mampu mengatasi Semen Padang, Senin (22/12) besok.

Tapi Hodak tak peduli. Dia hanya ingin timnya konsisten memenangi laga. Kemenangan atas Bhayangkara, telah menjadi bukti betapa sulit semua laga di ajang Super League.

Hodak memuji Bhayangkara meski pada akhirnya harus takluk dua gol tanpa balas. Dia mengakui, The Guardians telah membuat timnya 'menderita'.

"Secara keseluruhan, saya pikir kami bermain dengan baik, menciptakan banyak peluang. Kami mencetak dua gol dan seharusnya bisa menghasilkan gol lebih banyak. Tapi yang terpenting adalah tiga poin dan kami fokus ke laga berikutnya," tandas Hodak.


Editor : Bsafaat