Kapal Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Kerahkan Kapal Perang dan Alutsista
Delapan orang termasuk lima jurnalis hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Basarnas dan TNI AL memperluas area pencarian di Selat Sunda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis serta awak kapal cepat yang hilang kontak di Selat Sunda terus ditingkatkan secara masif.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengoptimalkan seluruh kekuatan dan armada gabungan untuk menemukan total delapan korban yang hilang saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menegaskan komitmen seluruh tim gabungan di lapangan dalam memaksimalkan sumber daya yang ada demi menyelamatkan para korban.
"Basarnas beserta unsur di lapangan akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada. Mohon doanya semoga proses pencarian korban dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat serta seluruh korban dapat ditemukan," ujar Edy dalam keterangan resminya di Jakarta.
Daftar Korban hilang Kontak
Musibah ini melibatkan delapan orang yang berada di atas kapal cepat (speedboat), yang terdiri dari lima insan pers, kapten, anak buah kapal (ABK), serta seorang pemandu lokal.
Berikut identitas delapan korban yang masih dalam proses pencarian:
M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Kantor Berita ANTARA)
Ari Basuki (jurnalis Merdeka.com)
Yudhistiro (jurnalis iNews)
Firdaus (jurnalis Anadolu Agency)
Donal (jurnalis Lepas / Freelance)
Warta (Kapten Kapal)
Surakman (Anak Buah Kapal / ABK)
Heriyanto (Pemandu)
Upaya penyisiran awal yang dilakukan oleh Kantor SAR Banten pada Selasa (8/9) dengan mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB-02 pada radius 3,2 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau belum membuahkan hasil.
Menanggapi situasi tersebut, area pencarian diperluas secara signifikan pada Rabu (9/9) hingga mencakup luas wilayah 68,3 nautical mile. Wilayah ini dibagi menjadi empat sektor Unit Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue Unit/SRU) dengan melibatkan alutsista dari berbagai instansi.
Armada lintas instansi yang dikerahkan meliputi:
Basarnas: KN SAR Tetuka dan unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten serta Lampung.
TNI AL: KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang.
Polairud: KP Sanjaya.
Relawan dan Nelayan: Potensi SAR lokal dari kawasan Banten dan Lampung.
Editor : Firda Rachmawati

