Erupsi Mereda, Badan Geologi Minta Warga Waspada Sisa Abu Vulkanik Anak Krakatau

Meski intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan melandai dan kembali ke fase Strombolian, masyarakat di sekitar kawasan imbau untuk tetap waspada.

Erupsi Mereda, Badan Geologi Minta Warga Waspada Sisa Abu Vulkanik Anak Krakatau
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan terdampak agar mengutamakan aktivitas di dalam ruangan jika sisa abu vulkanik masih terasa di udara. (net)

INILAHKORAN.ID - Meski intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan melandai dan kembali ke fase Strombolian, masyarakat di sekitar kawasan imbau untuk tetap waspada terhadap paparan sisa abu vulkanik. Badan Geologi membagikan sejumlah langkah mitigasi untuk mencegah dampak kesehatan.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan terdampak agar mengutamakan aktivitas di dalam ruangan jika sisa abu vulkanik masih terasa di udara.

"Ya, artinya kalau masih ada dampak abu vulkanik yang tersisa begitu ya, lebih baik melakukan aktivitas di dalam ruangan ya, tidak keluar," imbau Lana Saria, Selasa (8/9/2026).

Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah akibat tuntutan pekerjaan, Lana meminta untuk memakai alat pelindung diri (APD) secara lengkap guna mengantisipasi gangguan pernapasan dan mata.

"Tapi bila memang harus keluar karena satu pekerjaan yang memaksa harus keluar ya gunakan pelindung diri ya seperti masker, apabila naik kendaraan motor menggunakan helm dan juga kacamata," ujarnya.

Selain APD, Lana juga memberikan panduan khusus mengenai teknik pembersihan abu vulkanik di pekarangan rumah atau jalanan agar tidak menyebar kembali di udara.

"Membersihkan abu vulkanik itu tidak kemudian hanya disapu ya, tetapi disiram dulu baru disapu sehingga tidak menyebar memberi dampak penyebaran juga begitu," terangnya.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih bertahan di level Siaga (Level III). Badan Geologi belum melonggarkan batas aman dan melarang warga mendekat hingga radius 3 kilometer dari kawah utama.

"Belum. Saat ini kita belum mengecilkan, masih pada 3 km," pungkas Lana.


Editor : Doni Ramdhani