Status Siaga, Gunung Semeru Erupsi dan Luncurkan Awan Panas 5 Kilometer
Semeru mengalami erupsi pada Minggu malam (11/1) dengan memuntahkan awan panas guguran sejauh sekitar 5 kilometer.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Minggu malam (11/1) dengan memuntahkan awan panas guguran sejauh sekitar 5 kilometer.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 22.25 WIB. Peristiwa tersebut ditandai dengan meluncurnya awan panas guguran dari kawah menuju sektor tenggara.
“erupsi Gunung Semeru terjadi pukul 22.25 WIB dengan awan panas guguran yang meluncur sejauh kurang lebih 5 kilometer,” ujar Sigit.
Berdasarkan hasil pengamatan, kolom letusan terpantau mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau setara 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan mengarah ke timur serta tenggara.
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam jelas melalui alat seismograf. Getaran letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum 27 milimeter dengan durasi mencapai 696 detik.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada di Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat sekitar.
Warga diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di kawasan tersebut karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer.
“Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap lontaran batu pijar,” jelasnya.
Petugas juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, serta lahar, terutama di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.
Editor : Firda Rachmawati

