Bantuan Kemensos, Bulog Jabar Distribusikan 26 Ribu Ton Per Bulan

Bulog Jabar kembali dipercaya untuk menyalurkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Kepala Bulog Jabar Taufan Akib mengatakan, mulai pertengahan September lalu pihaknya mulai menyalurkan kepada 1,7 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Bantuan Kemensos, Bulog Jabar Distribusikan 26 Ribu Ton Per Bulan
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Bulog Jabar kembali dipercaya untuk menyalurkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Kepala Bulog Jabar Taufan Akib mengatakan, mulai pertengahan September lalu pihaknya mulai menyalurkan kepada 1,7 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

“Setiap bulan, kita menyalurkan sebanyak 26 ribu ton beras medium. Setiap KPM berhak menerima sebesar 15 kg per bulan,” kata Taufan di Bandung, Kamis (1/10/2020).

Dia menyebutkan, untuk bantuan jatah September dan Oktober itu dilakukan dalam satu waktu sekaligus. Artinya, setiap KPM akan mendapatkan 30 kg beras medium. 

Berdasarkan hal itu, untuk dua bulan tersebut Bulog menyiapkan cadangan beras sebanyak 52 ribu ton. Sejauh ini, pihaknya sudah menyalurkan sekitar 29% dari target yang diterntukan. 

“Bantuan dari Kemensos ini untuk seluruh daerah di Jabar. Makanya, kita bekerja lumayan ekstra keras. Mulai dari pagi, siang, hingga malam,” ucapnya.

Mengenai distribusi, Taufan mengaku pihaknya hanya menyediakan beras yang sudah dikemas itu hingga gerbang di setiap gudang yang ada. Selebihnya, pihak yang mengantarkan bantuan beras ke KPM itu dilakukan pihak BGR.

“BGR yang akan mengangkut dari gudang untuk didistribusikan ke titik bagi KPM,” imbuhnya. 

Taufan menambahkan, sejauh ini Bulog Jabar sudah merampungkan program bantuan sosial Pemprov Jabar tahap satu dan dua. Sedangkan, untuk tahap ketiga itu pihaknya tidak mengelola dan diserahkan sepenuhnya kepada Pemprov Jabar.
“Jadi, hingga akhir tahun ini kita fokus menyiapkan bantuan dari Kemensos,” sebutnya.

Disinggung mengenai stok, dia mengaku cadangan beras di gudang Bulog sejauh ini relatif berlimpah. Dari pagu pengadaan beras sebanyak 213 ribu ton, hingga akhir September lalu Bulog Jabar memiliki cadangan sebanyak 144 ribu ton atau sekitar 67%. Pasokan itu diakuinya relatif aman untuk memenuhi kebutuhan selama tujuh bulan ke depan. (dnr)


Editor : Doni Ramdhani