INILAHKORAN, Ciawi-Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan tidak akan memberikan toleransi RSUD Ciawi. Dia meminta proyek pembangunan Gedung MDGs RSUD Ciawi yang sempat mangkrak di Tahun 2020 lalu harus selesai di akhir tahun ini.
Saat ini, proyek yang dikerjakan oleh PT. Karya Tunas Mandiri Persada tersebut masih berada di angka 48 persen, dengan sisa masa waktu kurang dari 50 hari lagi.
"Kami tidak akan memberikan toleransi dengan memberikan anggaran di Tahun 2022 mendatang, karena tahun sebelumnya dengan dibiayai dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) proyek yang termasuk strategis ini mangkrak dan hanya terserap di angka 28 persen," kata Iwan kepada wartawan saat meninjau ke lokasi, Kamis, (11/11/2021).
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan bahwa PT. Karya Tunas Mandiri Persada harus bisa mengejar defisiasi negatif progres pekerjaan yang minus sembilan persen.
"Kepada PT. Karya Tunas Mandiri Persada, saya meminta tambah pekerja dan tambah waktu kerja, lalu alar-alat juga harus dilengkapi. Selain itu kepada konsultan pengawas PT. Abinaya Kanaka Dianti untuk melaksanakan tugasnya secara baik, dan jangan sampai gagal lagi tugasnya," tambahnya.
Pimpinan proyek PT. Karya Tunas Mandiri Persada Saefullah menuturkan keterlambatan atau defisiasi negatif pekerjaan terjadi karena kendala akses jalan yang kurang memadai.
"Karena kendala akses jalan yang kurang memadai, kami pun mendatangkan tower crane. Hingga dalam dua bulan terakhir kami bisa mengejar ke angka 48 persen progres pembangunannya," tutur Saefullah.
Direktur Utama RSUD Ciawi Muhammad Tsani menjelaskan bahwa jajarannya optimis proyek pembangunan Gedung MDGs selesai tepat waktu hingga tidak terjadi luncuran ke awal Tahun 2022 mendatang.
"Saat ini PT. Karya Tunas Mandiri Persada sudah menambah jumlah pekerja, waktu kerja selama 24 jam dan tidak ada juga permasalahan dengan pihak pemasok bahan baku bangunan, hingga kami optimis proyek pembangunan gedung ini bisa tepat waktu," jelas Muhammad Tsani.*** (Reza Zurifwan)