Bayi Orang Utan Kalimantan Lahir di Taman Satwa Cikembulan

Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut berhasil menangkar orang utan (Pongo Pygmeus Moreo) untuk kali kedua.

Bayi Orang Utan Kalimantan Lahir di Taman Satwa Cikembulan
INILAH, Garut - Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut kembali mengejutkan masyarakat khususnya kalangan pemerhati, dan pecinta satwa dengan keberhasilannya menangkar orang utan (Pongo Pygmeus Moreo) untuk kali kedua.
 
Seekor orang utan betina berusia tujuh tahun asal Kalimantan bernama Unyil penghuni Taman Satwa Cikembulan melahirkan bayi betina belum lama ini. Spesies dilindungi, dan terancam punah tersebut melahirkan anaknya bertepatan peringatan Hari Pahlawan Nasional pada 10 November 2018 sekitar pukul 07.00 WIB.
 
Bayi orang utan yang masih menyusui itu tak mau lepas dari dekapan induknya. Sementara ayah si bayi sendiri Jena yang kini berusia 10 tahun hanya sewaktu-waktu tampak menjagainya. 
 
Berbeda dengan perilakunya ketika betinanya yang lain bernama Jeni melahirkan anak pertamanya yang juga betina diberi nama Mojang di Taman Satwa Cikembulan pada 27 Juli 2015 lalu. Dia terlihat cukup protektif.
 
Kini, Jena mesti berbagi perhatian terhadap Jeni serta anaknya maupun terhadap Unyil serta bayinya. "Alhamdulillah ! Si bayi terus menunjukkan perkembangan baik, dan sehat dalam pengasuhan induknya," kata Manajer Taman Satwa Cikembulan Rudi Arifin, Selasa (11/12/2018).
 
Dia menyebutkan, sebelumnya induk si bayi yakni Unyil sempat disangka berjenis kelamin jantan. Belakangan ternyata orang utan tersebut betina, menyusul diketahui mengandung, dan melahirkan. Sedangkan orang utan satunya lagi yang diberi nama Amel disangka betina, namun ternyata berjenis kelamin jantan.
 
Dengan hadirnya bayi si Unyil, populasi orang utan di Taman Satwa Cikembulan bertambah menjadi sebanyak enam ekor. Terdiri atas dua jantan, yakni Jena, dan Amel, serta empat betina, yakni Jeni, Unyil, Mojang, dan bayi yang belum diberi nama.
 
Kelahiran bayi orang utan kali kedua di Taman Satwa Cikembulan semakin memantapkan prestasi lembaga konservasi satwa langka satu-satunya di Jawa Barat tersebut dalam mengembangbiakkan satwa langka koleksinya. 
 
Selain orang utan, Taman Satwa Cikembulan juga berhasil mengembangbiakkan macan tutul (Panthera Pardus) dengan mengawinkan macan tutul asal Gunung Sawal Ciamis si Kupa dengan macan tutul asal Gunung Cikurai Garut si Kurai. Hasil perkawinan kedua macan tutul tersebut terlahir seekor macan tutul betina dinamai si Bulan pada 28 Desember 2013.
 
Begitu juga seekor singa (Panthera leo) betina asal Afrika dinamai Shinta berhasil melahirkan sebanyak tiga anak singa berjenis kelamin jantan dari hasil perkawinannya dengan singa jantan dinamai Rimba yang juga berasal dari benua Afrika. Ketiga ekor anak singa dinamai masing-masing Dewa, Bintang, dan Bonar itu dilahirkan Shinta pada 12 Desember 2017.


Editor : inilahkoran