Begini Rekayasa Lalin Saat Perhelatan CGM 2020
Polresta Bogor Kota membeberkan rekayasa lalu lintas pada perhelatan Bogor Street Festival CGM 2020, Sabtu (8/2/2020) mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Polresta Bogor Kota membeberkan rekayasa lalu lintas pada perhelatan Bogor Street Festival CGM 2020, Sabtu (8/2/2020) mendatang.
Hal itu diungkapkan Wakapolresta Bogor Kota AKBP Muhammad Arsal Sahban dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Mako Polresta Bogor Kota, Rabu (5/2/2020) malam WIB.
Diketahui dalam rakor tersebut juga dibahas sejumlah antisipasi gangguan Kamtibmas dan penempatan personel. Tim pengamanan selain dari unsur kepolisian, pengamanan akan melibatkan jajaran TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Organisasi Masyarakat, Dinas Kesehatan dan pengamanan internal panitia.
Informasi yang dihimpun Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak ada di Istana Kepresidenan Bogor saat acara Bogor Street Festival CGM 2020, Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan ke Australia.
"Dari kepolisian ada 426 personel yang diterjunkan. Tapi secara keseluruhan dalam pengamanan nanti ada 1.021 personel lintas sektoral. Ada tiga hal pokok yang akan menjadi atensi selama kegiatan berlangsung, yakni persoalan kriminalitas, terorisme dan lalu lintas," ungkap AKBP Muhammad Arsal Sahban.
Arsal menlanjutkan, pihaknya juga menyiapkan anggota untuk antisipasi masalah kriminalitas. Pihaknya ingin menciptakan suasana kondusif dan muncul hal-hal positif terkait dengan Kota Bogor.
"Dalam mengantisipasi ancaman teror, jajaran intelijen dan sebagainya juga bergerak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ketiga adalah permasalahan lalu lintas. Karena ini adalah event besar tentu pengisi acaranya banyak, juga penontonnya akan tumplek di sini. Tadi peserta saja sekitar enam ribu orang. Itu pasti akan menimbulkan dampak lalin seperti kemacetan dan segala macam. Kami antisipasi dengan penutupan jalur di lokasi acara dan juga pengalihan arus di beberapa ruas jalan," bebernya.
Arsal menegaskan, polisi juga mengimbau warga untuk tetap menjaga Kamtibmas dan waspada terhadap barang bawaannya masing-masing.
"Kami berharap kepada masyarakat untuk mensukseskan semaksimal mungkin. Rencananya, Jalur Suryakencana dari arah Otista akan mulai ditutup pada jam 12.00 WIB, sehingga arus lalu lintas akan dialihkan menuju Jalan Empang dan Jalan Juanda. Penutupan tersebut termasuk jalur-jalur lain yang mengarah ke Jalan Suryakencana, seperti Jalan Pedati, Jalan Pasar, Jalan Lawang Saketeng, Jalan Ranggagading, Gang Besi dan Gang Aut. Kemudian dilanjutkan penutupan di simpang Jalan Sukamulya menuju Jalan Siliwangi, simpang Jalan Warban menuju Jalan Siliwangi," paparnya.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Hendri Fiuser mengatakan, pihaknya tetep memperketat pengamanan meski bapak Presiden Jokowi tidak ada didalam Istana Kepresidenan Bogor. Karena dijadwalkan bapak Presiden Jokowi kunjungan ke Australia hingga ke beberapa tempat dan baru kembali pada Selasa (11/2/2020) mendatang.
"Meski begitu kami tetap perketat keamanan disekitar objek vital, kami juga tetep melakukan rekayasa lalu lintas. Kami juga antisipasi untuk ancaman teror dalam acara Bogor Street Festival CGM 2020," tegas Kapolresta.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo akan memasang water barrier dan pembatas beton. Jadi sepanjang Jalur Suryakencana dan Siliwangi atau dari Gang Aut - simpang NV Sidik steril dari kendaraan bermotor.
"Ya, kami juga menempatkan anggota di titik-titik potensi kepadatan lalu lintas, seperti simpangEmpang dan titik lainnya," terangnya.
Terpisah, Ketua Pelaksana Bogor Street Festival 2020, Arifin Himawan mengatakan, event ini masih mengusung tagline ‘Ajang Budaya Pemersatu Bangsa’ dengan tema ‘Looking Eastward’. Dengan tema tersebut, dapat diterjemahkan dalam arti itu luas dan beragam. Tidak hanya melihat ke satu arah saja tapi harus bisa menatap ke semua, tanpa kecuali ke arah Timur. Hal lain, tema tersebut diambil, karena Bangsa Indonesia merupakan bagian dari Asia Timur, yang diperhitungkan dunia. (Rizki Mauludi)
"Menunjukkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan makna peradaban Bangsa ketimurannya. Secara filosofi, menatap ke timur juga sebagai simbol matahari terbit, sumber dan pembawa kecerdasan," ungkap pria yang akrab disapa Ahim.
Editor : Bsafaat

