Belasan Calon Pekerja Imigran Ilegal Diamankan Saat Hendak Ke Timur Tengah
Kepala BP3MI Jawa Barat Kombes Pol Mulia Nugraha mengatakan belasan para pekerja tersebut, hendak berangkat ke wilayah Timur Tengah seperti Oman dan Dubai untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 16 orang yang merupakan calon pekerja imigran ilegal, berhasil digagalkan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), saat akan berangkat ke wilayah Timur Tengah, di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Sabtu 14 Desember 2024.
Kepala BP3MI Jawa Barat Kombes Pol Mulia Nugraha mengatakan belasan para pekerja tersebut, hendak berangkat ke wilayah Timur Tengah seperti Oman dan Dubai untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga.
"Kita temukan hasil pengecekan dan pengawasan ada kurang lebih 16 calon pekerja migran Indonesia yang diduga akan diberangkatkan ke Timur Tengah secara tidak prosedural," ucap Kepala BP3MI, Minggu (15/12/2024).
Ia menyebutkan mayoritas calon pekerja migran yang hendak berangkat berasal dari Indramayu, Cirebon, Cianjur dan Majalengka, Jawa Barat. Sedangkan beberapa diantaranya berasal dari NTB dan Jakarta.
Setelah para calon pekerja migran dibawa ke kantor BP3MI, ia mengatakan mereka akan dilakukan pendataan. Pasca itu, pihaknya akan memulangkan 16 calon pekerja migran ke rumah mereka masing-masing.
Di samping itu, Kombes Pol Mulia mengatakan pihaknya telah melaporkan peristiwa itu kepada Polda Jawa Barat untuk dilakukan pengembangan. Termasuk bagaimana para calon pekerja migran dapat berangkat ke Timur Tengah.
"Mungkin jadi ya berangkat melalui unprosedural difasilitasi calo," kata dia.
Sejak tahun 2015, ia menambahkan telah dilakukan moratorium pengiriman asisten rumah tangga ke Timur Tengah. Namun begitu, ia mengatakan masih terdapat temuan calon pekerja migran ilegal hendak berangkat ke Timur Tengah.
"Sejak 2015 kita moratorium itu tidak ada ya untuk penata laksana rumah tangga, sektor informal itu," kata dia.
Pihaknya terus mengantisipasi adanya pemberangkatan calon pekerja migran secara ilegal.
"Jadi saya ingatkan pada warga masyarakat, memang hak mereka untuk bisa bekerja luar negeri, tapi silakan bisa banyak bertanya ke BP3MI," kata dia.
Rizki Subkoordinator Pelatihan dan Penempatan Pekerjaan Berlatih dengan Pekerja Migran Kemenaker mengatakan akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia. "Ini merupakan satu program perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia," kata dia.
Editor : Ahmad Sayuti
