Bencana Pergerakan Tanah di Rongga Kian Meluas, Puluhan Rumah Warga Terancam Ambruk

Dampak bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cigombong RT04/13, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian mengkhawatirkan.

Bencana Pergerakan Tanah di Rongga Kian Meluas, Puluhan Rumah Warga Terancam Ambruk

INILAHKORAN, Ngamprah - Dampak bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cigombong RT04/13, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian mengkhawatirkan.

Pasalnya, akibat dari bencana pergerakan tanah yang terjadi sejak 19 Februari 2024 itu membuat puluhan rumah warga dan satu sekolah dasar rusak parah. Bahkan, rata dengan tanah.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB yang telah menerima adanya bencana pergerakan tanah tersebut langsung melakukan asesmen.

Hasil asesmen tersebut, tercatat sebanyak 10 rumah warga mengalami rusak berat, 44 rumah terancam dan satu bangunan sekolah rusak parah.

"Kejadiannya itu awalnya 19 Februari, tapi sampai sekarang semakin parah. Jadi tanah itu ada yang ambles sampai lebih dari 50 sentimeter," kata Kepala Desa Cibedug, Engkus Kustendi kepada wartawan.

Engkus menyebut, banyak rumah yamg mengalami rusak berat akibat pergerakan tanah tersebut dan rata-rata bagian temboknya retak terbelah.

Akhirnya, para warga yang rumahnya terdampak harus mengungsi terlebih dahulu.

"Bagi warga yang rumahnya rusak sudah mengungsi ke rumah saudaranya. Kemudian untuk sekolah, sekarang sudah tidak bisa dipakai karena akan membahayakan murid nanti," sebutnya.

Selain bangunan, sambung Engkus, pergerakan tanah itu juga menyebabkan jalan kampung mengalami kerusakan. Warga kemudian membuat jalan alternatif agar bisa dilintasi kendaraan. 

"Jalan kampungnya juga ambles, jadi kendaraan tidak bisa lewat. Sekarang warga membuat jalur alternatif," ucapnya.

Sementara itu Plt Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin menduga, awal penyebab pergerakan tanah tersebut lantaran hujan deras yang mengguyur selama tiga hari ditambah kondisi permukaan tanah yang labil.

"Dugaan awal karena hujan deras berhari-hari dan tanah labil. Cuma kita harus pastikan lagi penyebabnya berdasarkan kajian pihak terkait seperti Badan Geologi," ucapnya.

Guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pihaknya meminta warga terdampak dan terancam tak kembali ke rumah dulu saat hujan deras terjadi dan pada saat malam hari. Hal itu lantaran potensi pergerakan tanah masih bisa terjadi. 

"Kita imbau agar mengungsi termasuk yang rumahnya terancam. Informasinya hari ini juga semakin meluas dampaknya," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti