Bergeraklah maka Termotivasi
Menunggu adalah pekerjaan yang menjemukan. Begitupun dengan menunggu ide yang tak kunjung datang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Menunggu adalah pekerjaan yang menjemukan. Begitupun dengan menunggu ide yang tak kunjung datang. Menyimak uraian pada sebuah acara workshop di Unpad saya jadi termotivasi kembali bahwa sebagai pustakawan dituntut untuk dapat menuliskan ide ke dalam sebuah tulisan.
Namun setelah mencari-cari ide apa yang akan dituliskan tak juga datang. Akhirnya saya menemukan sebuah tulisan di layar komputer “Jangan Menunggu Termotivasi Baru Bergerak, Tapi Bergeraklah Maka Kamu Akan Termotivasi”.
Kata-kata tersebut menyadarkan saya untuk segera bergerak menuliskan apa yang ada di pikiran saya agar lebih termotivasi. Ternyata benar setelah mencoba menuangkannya ke dalam sebuah kalimat, akhirnya dapat menjadi sebuah paragraf. Mudah-mudahan setelah menjadi paragraf akan menjadi sebuah kumpulan paragraf dan menjadi sebuah artikel yang bermanfaat.
Begitupun dengan pekerjaan sehari-hari di perpustakaan, kelihatannya sudah rapi, padahal jika kita teliti lebih saksama ternyata pekerjaan kita masih banyak yang belum diselesaikan. Jika kita memulai mengerjakannya kita makin termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih banyak.
Setiap tahun, pustakawan memiliki agenda pekerjaan. Karena dilakukan setiap hari, setiap tahun, dan selalu mengasah kemampuan serta keterampilan kita akan terasah. Seperti sebuah sepeda yang semakin kencang kita mengayuhnya maka roda sepeda akan berputar semakin kencang.
Pustakawan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi di bidangnya. Berarti kita harus terus bergerak ke arah yang lebih maju. Apalagi di era disrupsi seperti sekarang sudah banyak profesi yang tergerus oleh perubahan zaman. Informasi yang cepat berubah menuntut kita pun harus cepat tanggap menghadapi perubahan itu sendiri.
Sudahkah melakukan pekerjaan terbaik dalam bidang Anda?
Tantangan masa depan yang semakin berat menuntut kita untuk profesional dalam melakukan pekerjaan, harus melakukan inovasi terbaik sesuai perubahan zaman yang sangat cepat. Lalu kita memiliki keunggulan apa?
Sebagai manusia biasa, pustakawan pasti memiliki kelemahan tapi jangan salah, dibalik kelemahan pasti kita diberi kelebihan. Yang jadi masalah kita mungkin mengetahui kekurangan, tapi tidak sedikit yang malah tidak tahu sama sekali kelebihan yang telah di anugerahkan kepada kita.
Minimal pergunakanlah kelebihan kita untuk kepentingan pekerjaan kita di perpustakaan dan akan lebih baik lagi jika kelebihan yang dimiliki menjadi sesuatu yang berguna bagi kemajuan masyarakat.
Sebagai pustakawan kita memiliki tugas dalam hal pengelolaan (menyusun rencana, monitoring, dan mengevaluasi kegiatan) perpustakaan. Selain itu, kita bertugas memberi pelayanan, baik pelayanan teknis seperti pengolahan bahan pustaka, maupun pelayanan pemustaka seperti layanan sirkulasi (peminjaman & pengembalian) buku perpustakaan, bimbingan pemustaka dan literasi informasi.
Di sini pustakawan diharapkan memberi pelayanan yang terbaik kepada pemustaka. Minimal bersikap ramah terhadap pemustaka.
Dalam memberi bimbingan kepada pemustaka, berarti seorang pustakawan haruslah menjadi seorang yang sabar dan luas wawasannya dalam mengembangkan literasi informasi. Pustakawan haruslah pandai menyampaikan informasi dengan bahasa yang santun dan mengena terhadap apa yang menjadi kebutuhan pemustaka.
Pada perpustakaan Sekolah Dasar juga akan lebih baik jika pustakawannya memberikan layanan story telling yaitu disediakan waktu untuk pemustaka menikmati dan menyimak cerita atau dongeng yang diambil dari sebuah buku dan disampaikan pada pemustaka.
Anak-anak kecil kan paling suka bila dibacakan dongeng. Kegiatan tersebut pasti akan menjadi kenangan dan mudah-mudahan di masa yang akan datang mereka pun senang membacakan dongeng generasi selanjutnya.
Bagi yang senang bercerita ada bagiannya untuk dikembangkan, bagi yang senang teknologi informasi juga ada lahannya untuk dikembangkan seperti mengolah data statistik kepustakawanan dan mengelola e-resources.
Jadi bukan hanya mengolah koleksi, merawat, dan melestarikannya maka pustakawan harus dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk mendukung kemajuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bagi yang punya kelebihan di bidang mengajar, maka pustakawan diberi kewenangan untuk membimbing, membina, mengajar/melatih, melakukan pameran, sosialisasi, penyuluhan, dan promosi tentang kepustakawanan kepada pemustaka.
Bagi yang mempunyai hobi pada dunia penulisan, maka pustakawan memang diharuskan untuk membuat karya tulis, menganalisis, mengkritisi, menyadur, dan menerjemahkan buku.
Pustakawan juga dapat aktif dalam organisasi kepustakawanan dan mengikuti seminar dan menjadi delegasi ilmiah pertemuan internasional. Jadi pustakawan itu bukan hanya diam di belakang meja, seperti yang sering digambarkan banyak orang.
Menjadi yang terbaik di bidangnya. Bagaimana caranya?
1. Fokus pada Keunggulan
Keunggulan di sini seperti sifat jujur, tanggung jawab, peduli, kreatif kompeten, berorientasi ke depan, memberi inspirasi, cerdas, dan gotong royong. Menurut Akbar Zainudin dalam bukunya yang berjudul “Man Jadda Wajada 2: Buka Pintu-pintu Keberhasilan Anda” mengatakan bahwa dengan fokus pada satu bidang tertentu, seseorang bisa memusatkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan bidang tersebut. Dengan memusatkan energi yang kita miliki pada satu titik, akan bisa menghasilkan daya ledak kreativitas yang luar biasa”.
Menurut Eko Jalu Santoso dalam bukunya yang berjudul Karakteristik Profesional Unggul dan Mulya, mengatakan bahwa “dalam dunia kerja dan bisnis, hal ini tercermin dari sifat-sifat pribadi mereka seperti:
- Menebarkan keramahan dengan salam;
- Memperhatikan dan membantu urusan orang lain;
- Memiliki sikap empati pada orang lain;
- Berusaha mengamalkan kebajikan;
- Senang menjalin kerja sama dengan orang lain; dan
- Peduli dan melayani dengan hati.
2. Siap Hadapi Perubahan
Rhenald Kasali berpendapat “Perubahan tak akan berhasil sebelum Anda berhasil mengubah cara berpikir manusia. Namun perubahan yang kekal dan berfondasi kuat adalah perubahan yang dibangun di atas fondasi intangibles, dan setiap pemupukan intangibles memerlukan deep practice sampai menghasilkan myelin (sesuatu yang membungkus jaringan syaraf manusia yang berfungsi sebagai insulasi yang membungkus sel-sel syaraf. Semakin sering seseorang terlibat dalam tindakan atau latihan, semakin tebal myelin-nya dan semakin hebat ia bekerja.
Kata Rhenald Kasali dalam bukunya yang berjudul BAPER: Bawa Perubahan, “Perubahan belum tentu membuat sesuatu menjadi lebih baik. Namun, tanpa perubahan tidak akan ada pembaruan, tidak akan ada kemajuan”.
3. Temukan Bakat Anda
Menurut Lily Liu (pendiri Bibliotheque, Jakarta “Kunci dari cara membuat orang bahagia adalah sikap terhadap profesi, mencintai pekerjaan, dan dalam bekerja harus menyenangkan”.
Menurut Eloy Zalukhu dalam bukunya yang berjudul Life Sukse Triangle: 25 Inspirasi Sukses untuk Membantu Anda Meraih Hasil Terbaik dalam Karier dan Kehidupan Pribadi mengatakan “Bila Anda ingin meraih kehidupan terbaik dalam karier dan kehidupan pribadi, Anda harus memulainya dengan menemukan apa yang Anda senangi, kemudian kerjakan dengan fokus serta ketekunan. Dengan berlalunya waktu, Anda akan menjadi ahli dalam bidang tersebut.
Kiat Praktis
Inilah cara praktis cara menemukan bakat khusus Anda, menurut Eloy:
1. Hasrat, Anda merasakan suatu kesenangan yang amat sangat ketika melakukan suatu kegiatan.
2. Kemampuan belajar yang cepat.
3. Kepuasan, Anda tidak saja hanya merasa senang, tetapi juga merasa puas dan bangga ketika mengerjakannya.
4. Kemenangan kecil di masa lalu
5. Bertanya kepada Sang Pemberi Bakat. Tuhan memberikan bakat tertentu kepada Anda supaya Anda hidup dan beraktivitas sesuai dengan bakat tersebut.
Anda kini menjadi seorang pustakawan, maka jadilah pustakawan terbaik. Maka fokuslah pada pekerjaan Anda, jadilah orang yang apabila orang membayangkan, Anda adalah orang yang ahli di bidangnya dan mencintai pekerjaannya. (sur)
Oleh: Wihartati
Pustakawan FMIPA Universitas Padjadjaran
Editor : suroprapanca

