Berkaca dari Longsor Pasirlangu Cisarua KBB, BPBD Kabupaten Bandung Imbau Warga Waspada
Bencana longsor Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi pengingat bagi masyarakat Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya, warga yang bermukim di daerah rawan bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bencana longsor Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi pengingat bagi masyarakat Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya, warga yang bermukim di daerah rawan bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Diki Sudrajat mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi longsor, terutama di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang masih tinggi.
“Berkaca dari kejadian longsor Pasirlangu Cisarua KBB, kami mengingatkan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata Diki, Senin 26 Janurai 2026.
Menurutnya, terdapat sejumlah titik di Kabupaten Bandung yang masuk kategori rawan longsor. Di antaranya Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari; Kampung Leuweung Datar, Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang; Nagreg Kendang, Kecamatan Nagreg; serta Desa Sukanagara dan Panyirapan di Kecamatan Soreang.
Selain itu, wilayah lain yang memiliki kontur dataran tinggi dan tebing curam juga perlu diwaspadai. Yakni Kertasari, Ibun, Pasirjambu, Ciwidey, Pangalengan, Cilengkrang, dan Cimenyan. Terutama di bagian hulunya yang banyak terdapat perkebunan dan persawahan, memiliki potensi longsor yang cukup tinggi.
Diki menambahkan, masyarakat diminta untuk memperhatikan tanda-tanda awal terjadinya longsor, seperti retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, serta aliran air yang tidak biasa di sekitar lereng.
“Kami mengimbau warga segera melapor ke aparat desa atau BPBD apabila menemukan indikasi tersebut, serta menghindari aktivitas di sekitar tebing saat hujan deras berlangsung,” ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani

