Kunjungi Lokasi Longsor Pasirlangu Cisarua, Gibran Minta Perhatian Khusus untuk Kelompok Rentan dan Relokasi Cepat

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di lokasi longsor Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sekitar pukul 09.11 WIB, Minggu 25 Januari 2026.

Kunjungi Lokasi Longsor Pasirlangu Cisarua, Gibran Minta Perhatian Khusus untuk Kelompok Rentan dan Relokasi Cepat
Sebagai orang nomor dua di negeri ini, Gibran langsung meninjau area yang tertutup lumpur longsor Pasirlangu Cisarua. Dia pun berdialog dengan warga terdampak sebelum melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di lokasi longsor Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sekitar pukul 09.11 WIB, Minggu 25 Januari 2026.

Sebagai orang nomor dua di negeri ini, Gibran langsung meninjau area yang tertutup lumpur longsor Pasirlangu Cisarua. Dia pun berdialog dengan warga terdampak sebelum melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu.
 
Bencana longsor Pasirlangu Cisarua yang disertai banjir bandang pada Sabtu 24 Januari 2025 pukul 03.00 WIB itu menimbulkan korban jiwa yang memprihatinkan. 

Berdasarkan data awal yang tercatat sebanyak 113 orang yang terdampak, sebanyak 23 orang selamat. Ini berarti sekitar 90 orang masih dalam status hilang atau tertimbun. 

Kemudian, setelah dikurangi dengan 16 kantong jenazah yang ditemukan, masih ada sekitar 74 orang yang belum ditemukan dan terus menjadi fokus pencarian tim SAR.

Puluhan rumah terendam lumpur dan tanah longsor longsor Pasirlangu Cisarua yang tebal hingga lima meter menyulitkan proses evakuasi, ditambah kondisi cuaca yang tidak menentu yang berpotensi menyebabkan longsor susulan.
 
Di lokasi kejadian longsor Pasirlangu Cisarua, Gibran mengamati kondisi area terdampak yang luas sekitar 100 meter dengan panjang tiga kilometer, kemudian mendengarkan keluhan warga yang kehilangan rumah dan keluarga. 

Setelah sekitar 30 menit, ia bergerak ke posko pengungsian yang menampung sekitar 300-400 orang pengungsi.
 
"Dihadapan ratusan pengungsi, Gibran menyampaikan permintaan maaf dan instruksi penanganan segera. 'Tadi saya habis cek lokasi (longsor Pasirlangu Cisarua) ke lapangan. Kita upayakan pencarian korban. Saya mohon maaf sekali kepada bapak ibu atas kejadian ini ya,' ujarnya. 

Tak cuma itu, Gibran juga menitipkan kepada Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail untuk memberikan perhatian khusus kepada lansia, anak-anak, ibu menyusui, dan kaum difabel.

"Termasuk jaminan akses makanan tiga kali sehari dan perawatan medis jika sakit," ucapnya.
 
Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah menegaskan bahwa kawasan tersebut tidak aman untuk ditempati dan akan dilakukan relokasi massal. 

Gibran menambahkan permintaan agar proses relokasi segera disosialisasikan dan lokasi baru tidak terlalu jauh dari tempat asal agar tidak mengganggu mata pencaharian warga. 

Selain itu, Pemprov Jabar telah menyediakan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah selama dua bulan dan santunan Rp25 juta bagi keluarga korban meninggal.
 
Dugaan penyebab longsor adalah alih fungsi lahan dari kawasan hutan atau kebun dengan tanaman keras menjadi kebun sayuran atau palawija, yang membuat tanah lebih rentan saat hujan deras dan aliran air terbendung alam kemudian jebol. Namun, untuk penyebab pasti masih dalam kajian lebih lanjut para ahli.


Editor : Doni Ramdhani