Betulkah Ada Suporter Tewas di Kandang Independiente? Begini Pernyataan Universidad de Chile
Universidad de Chile akhirnya buka suara. Mereka membeberkan apa yang terjadi dalam laga Independiente vs Universidad de Chile di Copa Sudamericana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Buenos Aires – Universidad de Chile akhirnya buka suara. Mereka membeberkan apa yang terjadi dalam laga Independiente vs Universidad de Chile di Copa Sudamericana.
Pernyataan klub Chile tersebut meluncur beberapa jam setelah tradedi di Stadion Libertadores, saat pertandingan Independiente vs Universidad de Chile di 16 Besar Copa Sudamericana terhenti di tengah jalan.
Pertandingan Independiente vs Universidad de Chile di ajang Copa Sudamericana belum ada kejelasan. Hingga kini Conmebol belum memutuskan apa-apa soal pertandingan tersebut.
Peristiwa di Stadion Libertadores ini salah satu aksi kekerasan paling tragis dalam sejarah sepak bola Amerika Selatan. Perkelahian sengit terjadi antara penggemar Universidad de Chile dan Independiente di Tribun Selatan Atas, yang berakhir dengan pembatalan pertandingan.
Sementara otoritas dan polisi Conmebol terus menyelidiki peristiwa yang terjadi di kota Avellaneda, sebuah pernyataan dikeluarkan oleh tim Rojo dan Bulla, julukan Universidad de Chile.
Klub Argentina tersebut bahkan mengonfirmasi laporan medis para penggemar yang terluka, baik di dalam maupun di luar tempat pertandingan babak 16 besar Copa Sudamericana berlangsung.
“Pemukulan brutal dan tidak manusiawi yang dialami para penggemar kami pada malam 20 Agustus di Stadion Libertadores de America akan dikenang sebagai salah satu babak paling kejam dalam sejarah sepak bola,” kata mereka.
“Setelah Conmebol membatalkan pertandingan karena kurangnya jaminan dari panitia penyelenggara dan otoritas setempat, klub kami berfokus untuk memahami situasi para penggemar kami yang terdampak,” tambahnya.
Untuk meyakinkan keluarga korban, mereka menyatakan bahwa "di tengah rumor kematian”, tak ada informasi resmi dari pihak berwenang.
Untuk memastikannya, delegasi yang dipimpin Presiden Michael Clark dan Manajer Umum Ignacio Asenjo mengunjungi tiga rumah sakit di wilayah Avellaneda dan Sarandí tempat para penggemar Universidad de Chile dirujuk pada dini hari. “Dipastikan bahwa tidak ada korban jiwa,” tambahnya.
Di sisi lain, Universidad de Chile menyebutkan Direktur Jose Ramon Correa berangkat dari Santiago pada Kamis pagi untuk memberikan dukungan hukum yang saat ini kami berikan kepada para korban.
“Saat delegasi olahraga kami kembali ke Santiago, tim pimpinan dan eksekutif kembali mengunjungi Rumah Sakit Fiorito, Presidente Peron, dan Wilde,” katanya.
Di rumah sakit itu, mereka menerima kabar baik. Dari 19 pasien yang dirawat di rumah sakit, 16 telah dipulangkan, dan pasien yang berada dalam kondisi kritis dipindahkan ke unit perawatan intensif berkat perbaikan yang signifikan setelah operasi fraktur tengkorak.
“Mereka juga menekankan bahwa situasi para penggemar yang ditahan di kantor polisi ketiga dan keempat di Avellaneda juga telah diperiksa, dan kami juga berterima kasih dan menghargai bantuan luar biasa yang diberikan oleh Konsul Chile di Buenos Aires, Andrea Concha,” kata mereka.
Universidad de Chile telah memberikan semua detail identitas para penggemar yang ditahan dan terluka kepada media agar keluarga dan kerabat mereka memiliki kepastian mengingat terbatasnya informasi resmi.
“Sebagaimana dinyatakan presiden kami dalam berbagai pernyataannya, urusan olahraga dikesampingkan ketika nyawa manusia dipertaruhkan,” seru mereka.
Mereka menambahkan ketika situasi yang memengaruhi para penggemar terselesaikan, pihaknya akan menangani masalah olahraga. Pihak klub akan melakukan segala yang mungkin untuk memastikan keadilan ditegakkan, pelaku kekerasan dihukum seberat-beratnya, dan mereka yang gagal memenuhi kewajiban menyelenggarakan pertandingan dengan baik akan diberi sanksi.
Mereka juga mengakui pada hari Kamis siang, telah terjadi pertemuan dengan Duta Besar Jose Antonio Viera-Gallo, yang mengucapkan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan dan menyampaikan rasa terima kasih Universidad de Chile kepada pemerintah atas tindakan yang telah diambil, termasuk kunjungan Menteri Dalam Negeri, Álvaro Elizalde, untuk mendukung para penggemar.
“Melalui catatan yang tersebar luas di media dan jejaring sosial, terlihat jelas kurangnya perlindungan dari pihak klub penyelenggara dan kepolisian, yang sama sekali tidak menjamin keselamatan para penggemar dan delegasi kami,” tambahnya.
Sembari menjauhkan diri dari insiden yang dipicu oleh suporter Universidad de Chile, mereka juga menyalahkan suporter tim Argentina dan mengecamnya.
“Suporter Independiente memasuki tribun penonton tanpa hambatan, menyerang beberapa suporter kami yang masih bertahan di sana. Tindakan kekerasan ekstrem dan tidak manusiawi terekam, mustahil dijelaskan secara rinci dalam pernyataan ini karena kebrutalan mereka,” ujarnya.
Universidad de Chile juga menyatakan suporter Independiente memecahkan jendela bus klub dan mencoba memasuki ruang ganti untuk menyerang para pemain.
“Sungguh mengejutkan bagi kami bahwa, dengan gambar-gambar kekerasan yang kasar dan telah beredar di semua media, ratusan suporter Chile telah ditangkap dan tidak ada satu pun penyerang dari tim tuan rumah,” tegas mereka.
Mereka juga menyatakan penentangan mereka terhadap peristiwa tragis tersebut. “Sebagai sebuah klub, kami selalu mengutuk kekerasan. Perhatian kami saat ini tetap terfokus pada semua yang terdampak, untuk membantu memastikan keadilan ditegakkan, dan untuk memastikan bahwa kebiadaban Avellaneda tidak pernah terulang,” tutupnya. (*)
Editor : Zulfirman

