Bey Machmudin Rotasi dan Mutasi Jilid 1, 74 ASN Pemprov Jabar Dilantik di Gedung Sate
Bey Machmudin melakukan pelantikan rotasi dan mutasi 74 ASN lingkungan pemerintah provinsi, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 25 September 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin melakukan pelantikan rotasi dan mutasi 74 ASN lingkungan pemerintah provinsi, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 25 September 2024.
Satu orang diantaranya, dilantik menjadi Kepala Dinas Perkebunan definitif. Dimana Gandjar Yudniarsa yang sebelumnya Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan Plt Kepala Dinas Perkebunan, dikukuhkan Bey Machmudin secara resmi.
Bey Machmudin mengatakan, rencana rotasi dan mutasi ASN telah lama ingin dilakukannya, di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun lantaran terbentur oleh aturan, karena jabatan Pj gubernur tidak dapat melakukan rotasi dan mutasi secara mandiri, tetapi harus mengantongi restu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Maka akhirnya rotasi dan mutasi baru dapat dilakukan sekarang.
"Rotasi, mutasi dalam ASN sudah biasa. Cuma memang dalam Pj ini, harus minta izin dari Kemendagri dan kami mengajukan sudah lama dan memang prosesnya agak panjang," ujar Bey Machmudin.
Dia menerangkan, rotasi dan mutasi 74 ASN tersebut tidak lepas dari kebutuhan. Mengingat masih ada posisi jabatan yang kosong, salah satunya karena ada yang pensiun.
"Memang masih ada kekosongan di eselon 2. Ada yang pensiun, tapi sementara diisi oleh Plh dan tadi saya sampaikan bahwa di Jawa Barat dengan dedikasi yang tinggi, jadi masih bisa dikerjakan. Tapi akan lebih baik kalau didefinitifkan," terangnya.
Bey Machmudin melanjutkan, rotasi dan mutasi kali ini baru jilid pertama. Sebab pihaknya akan kembali mengajukan ke Kemendagri, untuk melakukan rotasi serta mutasi lanjutan, khususnya pada jabatan yang kosong.
"Kami akan mengajukan usulan lagi untuk pengisian jabatan yang kosong, terutama yang pensiun. Tapi prosesnya panjang," imbuhnya.
Disinggung kapan rotasi dan mutasi akan dilakukan, dia mengaku tidak dalam waktu dekat. Menunggu kajian dan keputusan dari Kemendagri, terkait nama yang diusulkan untuk dirotasi dan mutasi.
"Enggak, belum-belum (dalam waktu dekat)," tandasnya. ***
Editor : Bsafaat
