Bey Machmudin Ungkap, Realisasi Target Investasi di WJIS 2024 Senilai Rp117,6 Triliun Terbuka Lebar

Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengungkapkan, realisasi target investasi di West Java Invesment Summit WJIS 2024 senilai Rp117,6 triliun terbuka lebar.

Bey Machmudin Ungkap, Realisasi Target Investasi di WJIS 2024 Senilai Rp117,6 Triliun Terbuka Lebar
Bey Machmudin mengaku dari 170 proyek potensial dan 40 proyek ready to offer di WJIS 2024 itu perlahan mulai diminati investor. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengungkapkan, realisasi target investasi di West Java Invesment Summit WJIS 2024 senilai Rp117,6 triliun terbuka lebar.

Sebab, Bey Machmudin mengaku dari 170 proyek potensial dan 40 proyek ready to offer di WJIS 2024 itu perlahan mulai diminati investor.

Bahkan, kata Bey Machmudin, dalam WJIS 2024 yang dihelat di Trans Convention Hall, Kota Bandung, Kamis 19 September 2024 itu sudah ada penandatanganan kerja sama mengenai peningkatan teknologi di Sukabumi.

"Peningkatan produktivitas padi senilai Rp1,5 triliun," ungkap Bey Machmudin.

Dia mengatakan, Pemprov Jabar bakal terus mendorong masuknya investasi, yang tidak hanya meningkatkan lapangan kerja tetapi juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Upaya melalui WJIS 2024 ini pun disyukurinya, karena beberapa investor dari sejumlah negara menyatakan minatnya untuk masih ke Jawa Barat.

"Seperti tadi dari Vietnam. VinFast akan produksi tahun depan. Itu electric vehicle," ucapnya.

Tidak hanya itu, beberapa investor kata dia juga telah menyatakan minatnya masuk di Subang dan Karawang. 

Bahkan termasuk pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Aerocity, Kabupaten Majalengka.

"Sudah mulai pembebasan lahan sebesar 1.600 hektar. Jadi untuk Kertajati, sudah ada investasi yang masuk," ungkapnya.

Bey Machmudin melanjutkan, dari WJIS 2024 ada sembilan negara yang menyatakan ketertarikannya berinvestasi, yakni Jepang, Korea Selatan, Singgapura, UAE, Austalia, Belanda, Tanzania, Polandia, dan Angola.
Sementara Plh Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi Saribua Siahaan mengatakan, salah satu cara pemerintah menghasilkan investor itu lewat investment project ready to open. 

Artinya ketika investor tertarik dalam satu project, mereka sudah bisa kalkulasi berapa besaran modal yang akan digelontorkan. 

"Jadi itu merupakan suatu kepastian buat investor sebelum dia memutuskan, oke saya akan investasi di sektor ini, lokasinya di sini. Jadi kami sangat baik dan Jawa Barat salah satu tempat yang sangat dipapulikan oleh investor," ujarnya.

"Terbukti bahwa investasi Jawa Barat, terutama Jepang itu dia sangat banyak. 80 persen investasi dari Jepang itu ada di Jawa Barat. Jadi ini adalah keumpulkan bisnis yang terbaik," imbuhnya.

Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Muhamad Nur mengungkapkan, pihaknya merasa bersyukur karena ada lima kesepakatan kerjasama terjadi di WJIS 2024.

Pihaknya juga turut mengadalan investment challenge, guna menstimulasi kota/kabupaten di Jabar untuk menggali potensi mereka yang dapat ditawarkan kepada para investor.

"Mudah-mudahan ke depan kita lebih siap lagi. Sehingga nanti investor yang datang lebih banyak lagi. Jadi ini adalah kolaborasi yang sangat baik, mudah-mudahan akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat," harapnya.

Sebelumnya, dari data yang diperoleh WJIS 2024 menjadi ajang presentasi berbagai proyek strategis yang siap untuk didanai oleh para investor. 

Proyek-proyek ini mencakup berbagai tema yang relevan dengan kebutuhan masa depan Jawa Barat, di antaranya:

* Proyek Sistem Penyediaan Air: Proyek pengembangan sistem penyediaan air bersih di Jawa Barat, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin meningkat, baik untuk konsumsi domestik maupun industri. 

Proyek ini menawarkan peluang investasi yang menarik dengan dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

* Proyek Energi Ramah Lingkungan: Proyek energi hijau yang meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan hidro. Proyek ini sejalan dengan komitmen Jawa Barat untuk menjadi pemimpin dalam penerapan energi terbarukan di Indonesia.

* Proyek Kawasan Investasi Baru: Pengembangan kawasan industri baru di Jawa Barat yang dirancang untuk menarik investasi dalam sektor-sektor berteknologi tinggi dan berdaya saing global. 

Kawasan ini menawarkan infrastruktur modern dan berbagai insentif untuk menarik perusahaan internasional.

* Proyek Industri Hilirisasi: Proyek-proyek yang fokus pada pengembangan industri hilir, seperti pengolahan hasil tambang dan pertanian, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk lokal dan memperkuat rantai pasok di Jawa Barat.

* Agroindustri dan Ekonomi Sirkular: Proyek yang mengintegrasikan sektor pertanian dengan konsep ekonomi sirkular, yang berfokus pada efisiensi sumber daya dan pengurangan limbah. 

Proyek ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan. 


Editor : Doni Ramdhani