Bikin Resah Orang Tua dan Guru, Disdik Bakal Tindak Keberadaan 'Warung Bunda' di Cimahi
Keberadaan sebuah warung yang dijadikan tempat bolos para pelajar atau yang dikenal dengan 'Warung Bunda' tengah membuat resah para guru dan orang tua.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Keberadaan sebuah warung yang dijadikan tempat bolos para pelajar atau yang dikenal dengan 'Warung Bunda' tengah membuat resah para guru dan orang tua.
Pasalnya, selain menyediakan beragam jajanan keberadaan 'Warung Bunda' ini kerap menjajakan minum keras hingga obat terlarang. Bahkan, tak jarang para siswa yang membolos menjadi pelanggannya.
Diketahui, 'Warung Bunda' merupakan sebuah warung yang dimiliki oleh masyarakat utamanya ibu-ibu hingga dipanggil 'bunda' oleh para pelajar yang kerap datang ke warung tersebut demi membolos sekolah.
Tak cuma itu, pengelola 'Warung Bunda' juga menyediakan tempat khusus bagi para pelajar untuk berpacaran. Baik untuk digunakan saat itu maupun kamar untuk menginap.
Keberadaan 'Warung Bunda' itu pun tengah ditindaklanjuti sejumlah pihak, termasuk Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi usai menerima laporan dari orang tua siswa soal keberadaan warung tersebut
"Kami awalnya sudah menerima laporan dari orangtua dan guru terkait keberadaan 'Warung Bunda'. Jadi itu dikelola bunda-bunda, sebutan siswa buat pemilik atau pelayan warungnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna.
Nana mengaku, pihaknya telah mengantongi lokasi warung bunda yang membuat resah orang tua dan guru. Bahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Cimahi untuk melakukan penertiban.
"Titik lokasinya sudah ada, cuma belum bisa kami sampaikan sekarang dimana, karena mau kami tindak bersama Satpol PP. Jangan sampai nanti warungnya sudah tutup sebelum ditindak," terangnya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira mengatakan sudah menginstruksikan dinas terkait menertibkan keberadaan warung bunda yang berdampak buruk pada pelajar.
"Ini sangat memprihatinkan, karema warung itu justru mengarahkan hal tidak baik pada siswa karena menjual miras, rokok, bahkan katanya sampai menyediakan tempat pacaran," kata Adhitia.
Adhitia pun mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi mengenai keberadaan 'warung bunda' di wilayahnya sehingga bisa langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
"Kami juga meminta peran serta masyarakat untuk melaporkan keberadaan warung seperti itu," ujarnya.
"Jangan sampai masyarakat abai pada hal-hal tidak baik seperti itu," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


