Bima Arya Amuk Pelaku 'Ganja dalam Truk': Bikin Malu Kalian

Penangkapan ganja dalam truk seberat 500 Kg di Kota Bogor membuat terkejut Wali Kota Bima Arya. Dia mendatangi lokasi penangkapan sembari mengamuk kepada para pelaku.

Bima Arya Amuk Pelaku 'Ganja dalam Truk': Bikin Malu Kalian
Penangkapan ganja dalam truk seberat 500 Kg di Kota Bogor membuat terkejut Wali Kota Bima Arya.
INILAH, Bogor -  Penangkapan ganja dalam truk seberat 500 Kg di Kota Bogor membuat terkejut Wali Kota Bima Arya. Dia mendatangi lokasi penangkapan sembari mengamuk kepada para pelaku.
 
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, diamankannya truk berisi 500 kilogram ganja ini, merupakan hasil pengembangan dari bandara Soekarno Hatta. Total ganja yang diamankan adalah seberat 1,5 Ton.
 
Bima Arya yang mendapatkan informasi adanya penangkapan tersebut langsung mendatangi lokasi penangkapan. Bima Arya mengaku terkejut saat melihat barang bukti narkotika jenis ganja yang dibawa menggunakan kendaraan minibus dan truk. 
 
Bahkan Bima Arya sempat berbicara dengan dua orang pelaku berinisial I dan B yang diketahui berasal dari Ciapus, Kabupaten Bogor. 
 
"Memalukan Bogor kalian. Kamu tahu ini hukumannya itu hukuman mati?. Tersangka B mengaku melakukan pekerjaan sebagai kurir ganja itu lantaran tergiur dengan upah yang ditawarkan yaitu dapat Rp50 ribu per satu kilo ganja yang dibawa. B juga pernah dipenjara juga karena kasus pemakai ganja," ungkap Bima.
 
Bima Arya juga memberikan apresiasi kepada BNN atas penangkapan tersebut karena mampu menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.
 
"Ketika ada informasi tadi terdapat jumlah yang cukup signifikan ini sangat mengejutkan ya. Tapi saya berterima kasih dan mengapresiasi kepada teman-teman BNN yang luar biasa bekerja keras. Karena bagaimanapun narkoba ini sangat merusak generasi muda," terangnya.
 
Bima mengaku, kedepannya pihaknya bersama Kapolresta Bogor Kota dan unsur muspida lainnya akan berkoordinasi untuk memastikan bahwa di Kota Bogor tidak akan menjadi tempat yang nyaman lagi bagi para pengedar narkoba. 
 
"Tadi saya cek ada warga Bogor di sini. Kami akan telusuri semua, kami akan koordinasikan dengan BNN dan kepolisian semua, kalau ada jaringan di Bogor tentunya harus kita usut semuanya," terangnya.
 
Pengungkapan kasus ini, kata Bima, menjadi peringatan juga bagi masyarakat Bogor untuk menggiatkan sistem keamanan lingkungan di wilayahnya masing-masing. Seperti arahan dirinya bersama Kapolresta Bogor Kota dan Dandim 0606/Kota Bogor beberapa minggu lalu agar warga semua waspada. 
 
"Ada mobil parkir di tempat sepi, ada pergerakan orang tidak dikenal yang mencurigakan, langsung berkoordinasi. Pos Siskamling juga harus semuanya berfungsi untuk tempat koordinasi mengantisipasi apabila ada hal-hal yang mencurigakan, tidak hanya narkotika," pungkasnya.


Editor : inilahkoran