Bimbim Slank Ceritakan Dampak Buruk Narkoba, Bikin Ngeri
Pentolan band legendaris Slank, Bimbim menceritakan betapa berbahayanya narkoba menurut pengalamannya dahulu ketika masih terjebak di lembah hitam narkotika.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pentolan band legendaris Slank, Bimbim menceritakan betapa berbahayanya narkoba menurut pengalamannya dahulu ketika masih terjebak di lembah hitam narkotika.
Melalui laman YouTube Planet Potlot, Bimbim mengaku awal mula sejumlah personel Slank termasuk dirinya terjerumus menggunakan narkoba karena keterbatasan informasi.
"Dulu karena ga ada peta, benar-benar terjerumus, karena jaman itu kan ga ada internet, kita mau tahu soal narkoba juga susah," ujar Bimbim.
"Kaya Slank pakai putaw, sekarang kalo lo orang awam dikasih tahu, ini ada barang namanya putaw, lo mikirnya apa? Kalo gua kan mikirnya dulu, oh putaw, berarti ini Chinese Drink kali, gitu," tambahnya.
"Kita kan kalo morfin tahu, heroin tahu. Tiba-tiba ini ada putaw dengan cara dibakar, berarti oh aman kali nih. Ternyata setelah sudah kecanduan, dicari tahu putaw itu sama dengan heroin," katanya.
Selain itu, pria yang kini berusia 56 tahun itu menyoroti bagaimana bandar narkoba mempengaruhi orang-orang khususnya artis untuk menggunakan barang haram itu.
"Dan memang rata-rata mereka (bandar) ngasih ke artis kaya gua awalnya dikasih gratis, lama-lama begitu kita udah nagih, dia mulai mundur, jaga jarak, bayar," jelas Bimbim.
"Dan kita jadi sumber itu, jadi promosi," tambahnya.
Untuk dampak, Bimbim menceritakan dan memberi gambaran yang mengerikan terkait penggunaan narkoba terutama heroin atau putaw.
"Pokoknya (dampak) yang paling berat itu heroin, karena heroin itu membohongi reseptor otak kita, kalo kita pakai heroin atau putaw itu, mulai pilek, flu, segala macam penyakit itu hilang, karena kita dibikin high ya," jelasnya.
"Tapi begitu berhenti, nah itu (penyakit) keluar semua tuh," tegas Bimbim.
"Sebenernya kalo kita ga mau pakai lagi dan melewati masa-masa pilek dan flu ya dalam waktu 20 hari lah, badan kita akan mendetoks sendiri, untuk menyembuhkan ketergantungan itu, tapi rata-rata kita terlalu banci untuk melawan itu," paparnya.
Sementara itu, menurut drummer legendaris Slank itu, narkoba juga akan merampas kebebasan hidup kita juga dapat merugikan orang lain.
"Semuanya, cuma semua punya kecanduan masing-masing, kalo putau heroin udah deh, paling parah kecanduannya, sakitnya minta ampun," kata dia.
"Itu kita bakalan jadi budak, kita bakalan memberikan segala macam, uang milik kita, kalau perlu istri kita, itu banyak kasus kaya gitu demi dapetin heroin. Awalnya narkoba, akhirnya kriminal, separah itu," pungkasnya.*** (ridwan firdaus)
Editor : Doni Ramdhani

