bjb, Unisba dan Inilah Media Jabar Bekali Gen Z Pengetahuan Investasi Saham

FEB Unisba berkolaborasi dengan bjb dan Inilah Media Jabar menggelar Gen Z Melek Investasi untuk meningkatkan literasi saham dan investasi mahasiswa.

bjb, Unisba dan Inilah Media Jabar Bekali Gen Z Pengetahuan Investasi Saham
Kolaborasi BJB, FEB Unisba dan PT Inilah Media Jabar menggelar edukasi investasi dan saham bertajuk Gen Z Melek Investasi di Auditorium Gedung Dekanat Unisba, Kota Bandung.

INILAHKORAN.ID - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Bandung (Unisba) berkolaborasi dengan bjb dan PT Inilah Media Jabar, menggelar edukasi investasi dan saham bertajuk Gen Z Melek Investasi di Auditorium Gedung Dekanat Unisba, Rabu (21/10/2026).

Dekan FEB Unisba, Sri Fadilah mengatakan, kolaborasi lintas lembaga menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi investasi sekaligus mendukung visi fakultas mengembangkan ekonomi dan bisnis umat yang berdaya saing internasional pada 2033.

Menurutnya, perguruan tinggi membutuhkan dukungan berbagai pihak mulai dari industri keuangan hingga media agar pembelajaran akademis dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan praktisi, terutama dalam menghadapi perkembangan dunia ekonomi dan bisnis.

“Untuk mencapai visi tersebut, kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami harus membangun kolaborasi pentahelix, salah satunya dengan media. Karena itu, kerja sama dengan PT Inilah Media Jabar menjadi sangat strategis bagi kami,” kata Sri Fadilah.

Dia menegaskan, peran media tidak sebatas memublikasikan kegiatan. Tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi, dan pengetahuan kepada masyarakat. Sinergi dengan dunia usaha dan industri, diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi.

“Bagi kami media bukan sekadar mitra publikasi, melainkan mitra strategis dalam mendukung pencapaian visi dan misi fakultas,” ucapnya.

Sri Fadilah menilai, edukasi investasi dan saham relevan bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan. Selain mempelajari teori di bangku kuliah, mahasiswa perlu memahami praktik investasi serta dinamika pasar modal melalui penjelasan langsung dari para praktisi.

“Pembelajaran di kelas akan menjadi lebih lengkap ketika mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung dari para praktisi, dan narasumber yang memiliki pengalaman di bidangnya,” ujar dia.

Dia menyampaikan, pemahaman mengenai pasar modal dapat membantu mahasiswa menghubungkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan secara akademis. Namun juga memiliki wawasan yang lebih luas sebelum mengambil keputusan terkait investasi.

Sri Fadilah berharap, kolaborasi antara perguruan tinggi, industri keuangan dan media dapat berlanjut melalui kegiatan edukasi dengan tema ekonomi dan bisnis lainnya. Kerja sama berkelanjutan, diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.

“Kami ingin kolaborasi ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Harapannya akan ada kerja sama lanjutan, dengan tema-tema yang berbeda sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dari kalangan mahasiswa, kegiatan Gen Z Melek Investasi mendapat tanggapan positif. Mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Unisba, Agustina mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai saham terutama setelah mengetahui bahwa investasi tidak selalu membutuhkan modal besar.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Narasumbernya benar-benar orang-orang hebat, kemudian materi-materinya juga penting banget,” kata Agustina.

Dia mengungkapkan, sebelumnya dirinya menganggap saham hanya dapat dibeli oleh orang-orang berpenghasilan tinggi. Namun setelah mengikuti pemaparan materi, dirinya mengetahui saham bisa dibeli dengan modal relatif terjangkau sehingga mahasiswa juga memiliki kesempatan mengenal dunia investasi.

“Kita kan mahasiswa. Selama ini, katanya saham itu cuma bisa dibeli sama orang-orang yang punya uang, orang kaya. Tapi setelah dijelaskan tadi, ternyata kita masih bisa membeli saham karena ada yang harganya murah,” ucapnya.

Pengetahuan baru itu membuat Agustina mulai tertarik mencoba investasi saham. Meski demikian, dia menyadari pentingnya mempertimbangkan kemampuan keuangan sebelum mengalokasikan dana. Terlebih bagi mahasiswa yang sebagian masih mengandalkan uang jajan dari orang tua.

Pandangan serupa disampaikan mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Unisba lainnya, Tengku Ahmad Samargono. Edukasi investasi, dinilai menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi generasi Z terutama sebagai bekal memahami konsep dasar saham sebelum mendalami pasar modal lebih jauh.

“Menurut saya, kegiatan ini sangat berguna bagi generasi Z. Apalagi tujuan kegiatan ini memang untuk memberikan edukasi kepada generasi Z mengenai investasi saham sebagai bekal pengetahuan pada masa depan,” kata Tengku Ahmad Samargono.

Menurutnya, pemahaman dasar tetap diperlukan termasuk bagi mahasiswa yang sebelumnya telah mengenal saham dari berbagai sumber. Dengan bekal pengetahuan yang tepat, mahasiswa dapat mempelajari investasi secara bertahap sekaligus memahami berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan investasi.

Roadshow Gen Z Melek Investasi menghadirkan Dosen Manajemen Keuangan Program Studi Manajemen FEB Unisba, Lasmanah, Direktur Utama bjb Sekuritas, Maryadi Suwondo dan Deputi Kantor Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia, Firman Hananto.

Kegiatan dipandu Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerja Sama FEB Unisba, Dr. Rabiatul Adiwiyah, S.E., M.Si. Acara juga menghadirkan musisi balada, seniman sekaligus penggiat literasi nasional Ferry Curtis sebagai bintang tamu.


Editor : Ahmad Sayuti