BMKG Ingatkan Potensi Hujan di Jabar, Pemudik Disarankan Berangkat Pagi
Potensi hujan dengan intensitas rendah hingga menengah masih menggutur sebagian wilayah ajabar saat mudik Lebaran Idulfitri, BMKG imbau pemudik berangkat pagi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kondisi cuaca selama periode Idulfitri 2026 di Jawa Barat diperkirakan masih dipengaruhi musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi sebagian wilayah akan mengalami hujan dengan intensitas rendah hingga menengah, sehingga masyarakat yang hendak mudik diminta menyesuaikan waktu perjalanan.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat berada dalam kategori curah hujan rendah hingga menengah selama masa Lebaran.
Meski demikian, beberapa wilayah diprakirakan mengalami curah hujan lebih tinggi, terutama di kawasan Majalengka, wilayah barat daya Kuningan, sebagian wilayah tengah dan timur Sumedang, serta wilayah tenggara Subang.
"Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi," kata Rahayu dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Arus Mudik dan Balik Idulfitri 2026 yang dikutip Sabtu 14 Maret 2026.
BMKG juga mencatat bahwa hujan di wilayah Jawa Barat cenderung turun pada sore hingga malam hari. Oleh karena itu, masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik disarankan berangkat lebih awal.
Selain kondisi hujan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Jawa Barat selama libur Idulfitri berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter yang tergolong gelombang sedang.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026 akibat fase bulan baru dan kembali berpotensi terjadi pada 22 Maret 2026 karena fenomena Perigee, yakni ketika jarak bulan berada pada titik terdekat dengan bumi.
Melihat potensi tersebut, BMKG mengimbau instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang dapat dipicu oleh hujan lebat.
"Kepada instansi terkait agar memperhatikan ruas jalan yang rawan banjir dan longsor, memangkas pohon tua yang berpotensi tumbang serta menurunkan reklame yang berpotensi roboh apabila terkena angin kencang," ucapnya.
Masyarakat yang melakukan perjalanan mudik juga diminta menghindari wilayah yang rawan banjir maupun longsor agar perjalanan tetap aman.
Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hadi Wijaya, mengingatkan bahwa musim hujan yang masih berlangsung saat Idulfitri berpotensi memicu gerakan tanah, khususnya di wilayah dengan lereng curam dan batuan vulkanik yang telah mengalami pelapukan.
Menurutnya, terdapat lima wilayah di Jawa Barat yang masuk kategori rawan longsor, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Garut.
Beberapa jalur yang perlu mendapat perhatian pemudik antara lain kawasan Puncak, jalur Cibadak menuju Sukabumi, serta jalur Lembang menuju Maribaya hingga Subang yang memiliki potensi longsor di tepi tebing.
PVMBG mengingatkan pemudik agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan perbukitan maupun lereng curam.
"Kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan saat melintas perbukitan dan lereng curam," kata Hadi.
Selain itu, pengendara diimbau tidak berhenti di bawah tebing, terutama ketika hujan atau setelah hujan karena kondisi tanah berpotensi tidak stabil.
"Pemudik agar menggunakan jalur utama yang lebih aman dan hindari perjalanan malam saat hujan lebat," tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah pada lereng, guguran batu kecil, air keruh yang keluar dari lereng, serta pohon yang mulai miring.
Apabila terjadi pengalihan jalur akibat longsor, pemudik diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan perjalanan.
Editor : Ahmad Sayuti

